Pilgub Jatim

Soal Adanya Potensi Kecurangan di Tahapan Pilkada, Bawaslu Jatim Tunggu Laporan Resmi Masyarakat

Bawaslu Jatim belum akan ambil sikap terkait dugaan kecurangan dalam tahapan pilkada. Mereka masih menanti laporan resmi masyarakat.

Soal Adanya Potensi Kecurangan di Tahapan Pilkada, Bawaslu Jatim Tunggu Laporan Resmi Masyarakat
surya/bobby constantine koloway
Aang Kunaifi, Komisioner Bawaslu Jatim 

SURYA.co.id | SURABAYA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jatim belum akan melakukan langkah preventif terkait adanya beberapa dugaan kecurangan di beberapa daerah.

Terutama, terkait proses tahapan di pilkada.

Berdasarkan penjelasan Komisioner Bawaslu Jatim, Aang Kunaifi, pihaknya hingga kini belum menerima secara resmi laporan dari masyarakat.

"Sampai saat ini laporan sepertinya baru di tingkat Panwaslu (Panitia Pengawas Pemilu) tingkat kabupaten maupun kota. Untuk provinsi, masih belum ada," ujar Aang kepada Surya, Jumat (2/2/2018).

Terkait adanya dugaan pelanggaran di beberapa wilayah, saat ini baru pada laporan di panwaslu kabupaten kota.

Untuk diketahui, di beberapa wilayah telah ditemukan beberapa dugaan pelanggaran di tahapan pilkada, utamanya dalam proses verifikasi faktual.

Misalnya saja di Kota Blitar. Di sana Panwaslu menemukan potensi data ganda berdasar pencocokan dengan Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) dengan data di lapangan.

Tak tanggung-tanggung jumlahnya mencapai 817 jiwa.

Kemudian, ada pula Petugas Pemuktahiran Data Pemilih (PPDP) yang diduga merupakan salah satu kader dari partai politik.

Jumlah PPDP yang diduga kader parpol tersebut mencapai 16 anggota.

Soal adanya temuan tersebut, Bawaslu akan berkomunikasi dengan KPU.

"Kalau soal verifikasi data, ranahnya KPU. Oleh karenanya, kami akan berkoordinasi dengan KPU," jelasnya.

"Apabila memang itu benar dilakukan, kami meminta KPU untuk segera mengganti yang bersangkutan. Sebab, PPDP harus netral," tegasnya.

Selain itu, apabila ada masyarakat yang menemukan bukti kecurangan lain dapat segera melaporkan ke pihaknya.

"Bagi masyarakat yang memang benar mengetahui kecurangan itu, bisa segera melaporkan kepada kami dengan menyertakan bukti-bukti kecurangan," pungkasnya. 

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved