Berita Surabaya

Bantu Kurangi Kemacetan, Dosen ITS Rancang ISVeCS

Ia mengungkapkan China dan Jepang pun sudah turut ambil bagian dalam pengembangan teknologi semacam ini.

Bantu Kurangi Kemacetan, Dosen ITS Rancang ISVeCS
surya/sulvi sofiana
Ahmad Zaini, anggota tim peneliti ITS menunjukkan ITS Smart Vehicle Counter System (ISVeCS) yang dikembangkan di Laboratorium milik ITS, Sabtu (27/1/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Setiap tahunnya, pertumbuhan kendaraan bermotor di Indonesia meningkat dengan pesat.

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistika, pada tahun 2011 total kendaraan bermotor sebanyak 85 juta.

Sedangkan pada tahun 2016, total kendaraan bermotor yang tercatat mencapai 129 juta.

Dari data tersebut, pertumbuhan total kendaraan bermotor di Indonesia dalam kurun waktu lima tahun mencapai 43 juta.

Hal tersebut tentu menimbulkan banyak permasalahan, seperti kemacetan. Untuk mengatasi hal tersebut, tim peneliti dari Departemen Teknik Komputer Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya mengembangkan inovasi yang dinamakan ITS Smart Vehicle Counter System (ISVeCS).

Ahmad Zaini, anggota tim peneliti ISVeCS menjelaskan inovasi ini memanfaatkan aliran frame video dari kamera IP, perangkat ini mampu menghitung jumlah kendaraan secara digital sebagai bentuk pengaturan lalu lintas yang lebih efektif dan efisien.

Selain Zaini, pencetus dan pengembang ISVeCS ini melibatkan lima dosen Teknik Komputer lainnya, yaitu Ketut Eddy Purnama, Christyowidiasmoro, Arief Kurniawan, Muhtadin dan Reza Fuad Rachmadi.

“Pengembangkan teknologi ini bertujuan untuk memantau tingkat kepadatan lalu lintas di persimpangan jalan. Dengan mengusung ISVeCS, harapannya teknologi ini dapat membantu dalam mengurangi kemacetan yang terjadi di persimpangan jalan,” papar dosen Teknik Komputer ini pada SURYA.co.id, Sabtu (27/1/2018).

Ia mengungkapkan China dan Jepang pun sudah turut ambil bagian dalam pengembangan teknologi semacam ini.

“Namun, karena habitual berlalu lintas di Indonesia berbeda dengan negara lainnya, maka diperlukan pengembangan teknologi vehicle counter yang sesuai dengan kondisi lalu lintas di Indonesia,” tutur pria yang biasa disapa Zaini ini.

Halaman
12
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved