Berita Surabaya
Seniman Jerman Membingkai Kondisi Masyarakat Indonesia Lewat Seni Instalasi
Seniman asal Jerman, Franziska Fennert menggambarkan Indonesia lewat seni instalasi...
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.id | SURABAYA - Puluhan seni instalasi kontemporer warna warni karya Franziska Fennert memenuhi Visma Art Gallery, Jalan Tegal Sari 35-37 Surabaya.
Mulai hari ini, Jumat (26/1/2018) karya seni instalasi itu bisa dinikmati dengan gratis hingga satu bulan ke depan, mulai pukul 10.00 hingga 17.00 WIB.
Totalnya ada 20 karya seni instalasi pada exibition bertajuk Heaven is Mindset ini.
Masing-masing karya seni menyampaikan sisi humanisme. Di mana humanisme ini cocok untuk menjawab isu perpecahan dan kekacauan yang terjadi hampir di seluruh belahan dunia.
"Saya belajar dari Indonesia, di mana bangsa ini punya banyak sekali warna dan bervariasi namun bisa hidup dengan toleran. Bhineka Tunggal Ika, ideologi negara yang seperti ini memang satu-satunya cara untuk membuat perbedaan bukan jadi sebuah masalah," jelasnya dengan Bahasa Indonesia cukup baik. Jumat (26/1/2018).
Meski lanjut Franzisca, masih ada saja pihak atau golongan tertentu yang menutup pikiran, mata dan telinganya untuk kebenaran ini.
"Salah satunya saya gambarkan pada seni instalasi berjudul Stoned Consciousness atau Kesadaran Berbatu. Saya menggambarkan segolongan orang yang tidak mau terbuka dengan informasi, mereka bermuka batu dan menutup mata. Untuk karya ini, saya menggunakan batu dari Merapi, dan batu kerikil di jalan-jalan," terangnya antusias.
Perempuan yang jatuh cinta dengan Indonesia saat program studi exchange tahun 2007 lalu ini, melihat Indonesia juga mengalami kejadian yang sama.
Menurutnya ada satu solusi, agar perpecahan itu tak begitu berlarut dan semakin besar.
"Masyarakat Indonesia harus belajar sejarah. Saya yakin jika kita tahu apa yang terjadi di masa lalu, tentu perpecahan bukan jadi masalah besar dan bisa cepat diselesaikan. Masalahnya Indonesia punya bukti sejarah yang tidak beruntun, sehingga masyarakat Indonesia tidak begitu paham," tambahnya.
Selain soal humanisme, lulusan Academy of Fine Arts Dresden, Jerman ini juga menggambarkan bagaimana manusia harus kuat dan jujur di kehidupan saat ini.
Dia mewujudkannya dalam bentuk instalasi keramik berpasangan berjudul Honest Tongue. - Solid Heart. Para pengunjung juga bisa membawanya pulang untuk dekorasi rumah, dengan harga Rp 1, 8 Juta rupiah.
Irawan Hadikusumo,kurator Visam Art Gallery mengaku perlu menghadirkan Franziska karena karya seni kontemporer masih jarang hadir di Surabaya.
"Ini seperti membuka wawasan baru bagi masyarakat bahwa semuanya bisa digunakan sebagai karya seni, apalagi selama ini orang hanya paham karya seni cuma lukisan. Selain itu, ide yang diangkat Franziska juga sangat menarik," tambahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/seniman-jerman-lukiskan-kondisi-indonesia-lewat-seni-instalasi_20180126_214134.jpg)