Gara-gara Donald Trump Susah Ditebak, Jam Kiamat Memprediksi Kiamat Sudah Dekat. Benarkah?

Kiamat sudah dekat. Demikianlah judul sejumlah berita media arus utama di dunia. Tentu saja, berita itu langsung heboh.

Gara-gara Donald Trump Susah Ditebak, Jam Kiamat Memprediksi Kiamat Sudah Dekat. Benarkah?
kompas.com/getty images
Donald Trump 

SURYA.CO.ID - Kiamat sudah dekat. Demikianlah judul sejumlah berita media arus utama di dunia.

Tentu saja, berita itu langsung bikin heboh.

Benarkah kiamat bisa diprediksi? Kalau ya dengan alat apa?

Ternyata, jarum menit dalam Jam Kiamat merupakan metafora dari seberapa rentannya dunia atas bencana.

Peralatan simbolis itu diciptakan oleh Buletin para Ilmuwan Atom, BAS, pada tahun 1947.

Awalnya dibuat di Universitas Chicago tahun 1945 oleh sekelompok ilmuwan yang membantu pengembangan senjata atom pertama.

Sekarang, kelompok ilmuwan yang terdiri dari ahli fisika dan lingkungan dari seluruh dunia, yang memutuskan apakah perlu menyesuaikan jam dengan berkonsultasi bersama Dewan Sponsor, yang terdiri dari beberapa peraih Nobel.

Buletin Ilmuwan Atom, BAS, mengatakan semakin mendekatnya jam ke tengah malam karena dunia sudah menjadi 'lebih berbahaya'.
Buletin Ilmuwan Atom, BAS, mengatakan semakin mendekatnya jam ke tengah malam karena dunia sudah menjadi 'lebih berbahaya'. (THE BULLETIN OF THE ATOMIC SCIENTISTS)

Nah, waktu di Jam Kiamat, yang memperkirakan seberapa dekatnya dunia dengan kehancuran oleh manusia sendiri, dimajukan 30 detik sehingga lebih dekat ke tengah malam.

Pergeseran yang membuat semakin mendekatnya dunia ke kehancuran (jam 12) disebabkan oleh keprihatinan akan kemungkinan perang nuklir dan ancaman global lainnya.

Berdasarkan Jam Kiamat maka kini dunia berada hanya dua menit menjelang tengah malam (lambang dari titik kehancuran).

Halaman
123
Editor: Tri Mulyono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved