Sambang Australia

Surabaya Jadi Salah Satu Tuan Rumah Festival Sinema Australia Indonesia 2018. Ada Film Apa Saja?

Festival Sinema Australia Indonesia (FSAI) 2018 akan digelar di Surabaya dengan memutar film-film pilihan. Apa saja?

Surabaya Jadi Salah Satu Tuan Rumah Festival Sinema Australia Indonesia 2018. Ada Film Apa Saja?
ist/indonesia-embassy-gov-au
Peluncuran Festival Sinema Australia Indonesia (FSAI) 2018 di Jakarta. Selain Jakarta, Surabaya juga akan menjadi tempat perhelatan FSAI 2018. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Surabaya bakal menjadi salah satu 'tuan rumah' Festival Sinema Australia Indonesia (FSAI) 2018.

Bertempat di Pakuwon Mall XXI, selama 3 hari berturut-turut mulai Jumat (26/1/2018) hingga Minggu (28/1/2018), bakal diputar film-film terpilih.

Sebagai pembuka, akan ditayangkan film Rip Tide yang diperankan oleh bintang Disney, Debby Ryan, dan diproduseri oleh produser Australia, Steve Jaggi.

Enam film pendek dari sineas Indonesia juga akan ditayangkan di ajang ini.

Enam film tersebut adalah finalis kompetisi film pendek yang sebelumnya digelar.

Para pemenang kompetisi film pendek tersebut akan mendapat kesempatan menghadiri Melbourne International Film Festival pada Agustus 2018 mendatang.

Mahesa Desaga, Director film “Nunggu Teka” dari Indonesia yang juga sebagai pemenang festival film pendek tahun lalu akan menjadi tamu di FSAi Surabaya.

Penonton festival ini juga akan memiliki kesempatan untuk memilih pemenang kategori "People's Choice”.

Rangkaian film dalam festival tahun ini, didukung oleh QANTAS, termasuk Marlina the Murderer in Four Acts karya sutradara Indonesia dan alumni Australia Mouly Surya, serta judul yang diadaptasi dari buku karya alumni Australia: Melbourne Rewind.

Film-film Australia lain yang akan ditayangkan termasuk Killing Ground, Red Dog: True Blue, Dance Academy, dan film pendek Sol Bunker.

Festival Sinema akan di tutup dengan pemutaran perdana film Ali's Wedding, sebuah drama-komedi tentang seorang pria Muslim Australia yang terjebak antara kewajiban pada keluarga dan mengikuti kata hatinya.

“Film adalah medium yang sangat bagus bagi dua negara kita untuk saling belajar dan kami bangga bisa menayangkan, bukan hanya film-film Australia, tetapi juga karya-karya alumni Australia dari Indonesia yang berprestasi,” kata KonJen Australia di Surabaya, Chris Barnes.

“Kami senang bisa mendukung pengembangan sineas-sineas yang baru muncul melalui kompetisi film pendek kami. Selamat kepada para finalis dan semoga sukses," pungkasnya. 

Penulis: Eben Haezer Panca
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved