Breaking News:

Sambang Kampung Balongsari

Lewat Bazar Hari Minggu, Warga Sepakat Bentuk Kampung Wisata Kuliner

Meningkatkan ekonomi warga bisa dibangun dengan berbagai cara. Salah satunya memanfaatkan potensi warga yang memiliki usaha kuliner.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Parmin
surya/ahmad zaimul haq
KAMPUNG KULINER - Sejumlah warga yang tiap minggu pagi berjualan makanan produksinya di depan rumah. Warga RT 2 RW 2 Kelurahan Balongsari Kecamatan Tandes sepakat membranding Kampung Wisata Kuliner. 

SURYA.co.id | SURABAYA -  Meningkatkan ekonomi warga bisa dibangun dengan berbagai cara. Salah satunya memanfaatkan potensi warga yang banyak memiliki usaha kuliner.

Dari potensi itu, warga RT 2 RW 2 Kelurahan Balongsari, Kecamatan Tandes, sepakat mem-branding sebagai Kampung Wisata Kuliner.

Perwujudannya, terlihat dari rutinnya warga kampung membuka bazar pada setiap hari Minggu di sepanjang gang kampung.

Warga yang memiliki produk kuliner membuka lapak-lapak sederhana dan mengeluarkan produk kuliner masing-masing.

Jalanan gang kampung yang menjadi akses kawasan Balongsari membuat kampung mereka banyak dilewati warga kampung lain. Ini peluang mereka untuk memanfaatkan pasar.

“Branding kampung wisata kuliner ini kami bangun sejak pertengahan November tahun lalu,” kata Norma Sugiartini, Ketua RT 2, saat disambangi Surya.co.id, Rabu (24/1/2018) siang.

Ide itu bermula dari suaminya, yang berkunjung ke kampung lain dan banyak warganya memiliki produk kuliner unggulan.

Lalu, ia terpikir mengapa kampung mereka tidak branding dengan kampung kuliner juga.
Terlebih, kebanyakan kuliner di RT 2 bukan kuliner instan, melainkan dibuat sendiri dari dapur warga.

Dari ide itu, warga mulai membangun Kampung Wisata Kuliner. Harapannya, ekonomi usaha rumah tangga bisa semakin menemukan pasar dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

“Produk usaha kuliner di sini macam-macam. Saya biasa membuat kue pukis, onde-onde. Lalu ada warga sini buat martabak, lontong mie, pisang nugget, bubur madura, buka usaha katering, dan juga buka aneka kue basah,” urai Norma.

Semua warga yang punya usaha kuliner ini bersama-sama mendirikan lapak untuk berjualan setiap hari minggu.

Antusias
Bak gayung bersambut, semangat warga pun mendapat antusiasme warga yang lain. Terlebih setiap hari Minggu, ada kegiatan rutin di kampung yaitu senam lansia.

Kegiatan itu menjadi salah satu even yang mendatangkan pelanggan bagi warga setempat.

Selain itu, ditunjang ramainya warga lalu lalang di gang mereka kerap mampir untuk mencicipi aneka kuliner yang tersaji.

“Kami selalu menyemangati satu sama lain, jual sedikit nggak masalah, kalau nggak laku dimakan sendiri. Uniknya ternyata bikin berapa pun selalu habis kok,” ungkap Norma.

Saat ini, dari 65 KK yang ada di satu RT, yang berjualan sekitar 10 orang. Pihaknya berharap ke depan jumlahnya bertambah dan bisa menciptakan produk khas dari kampung ini,

Hal senada disampaikan oleh Sri Mutami, yang memiliki produk kuliner kue donat, kacang telor dan camilan ini.

Menurutnya, kegiatan ini cukup bermanfaat dan bisa melatih dirinya untuk melihat pasar.

“Kami saling medukung, antarwarga juga sering berkomentar, bahkan saya sampai dibantu bu RT untuk contoh kemasan yang bagus,” kata Mutami.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved