Berita Bangkalan

Batal Pimpin Rapat, Ketua Komisi A DPRD Bangkalan Ditangkap Terkait Kasus Pencabulan Anak

Batal pimpin rapat, Ketua Komisi A DPRD Bangkalan ditangkap Kejari Surabaya gara-gara kasus pencabulan anak.

Batal Pimpin Rapat, Ketua Komisi A DPRD Bangkalan Ditangkap Terkait Kasus Pencabulan Anak
pixabay
Ilustrasi 

SURYA.co.id | BANGKALAN - Ketua Komisi A DPRD Bangkalan, Kasmu, batal memimpin rapat komisi, Senin (22/1/2018).

Dia diamankan tim Kejaksaan Negeri Surabaya dibantu tim dari Kejaksaan Negeri Bangkalan saat akan masuk ke Gedung DPRD Bangkalan.

Politisi Partai Gerindra itu langsung dijebloskan ke Lapas Porong di Sidoarjo, Jawa Timur.

Kasmu dieksekusi setelah kejaksaan mengantongi putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor : 2645 K/P.SUS/2016, yang menyatakan bahwa dia terbukti melakukan tindak pidana pencabulan atau asusila terhadap anak di bawah umur pada tahun 2015.

Putusan MA tersebut menjatuhkan pidana penjara tujuh tahun enam bulan, serta pidana denda Rp 100 juta subsider enam bulan kurungan.

"Statusnya kini terpidana. Kami tangkap saat akan menggelar rapat komisi di Gedung DPRD Bangkalan siang tadi," kata Kepala Seksi Intelijen Kejari Surabaya, I Ketut Kasna Dedi, saat dikonfirmasi.

Pada pengadilan pertama, ujar Ketut, terdakwa sempat bebas dari tuntutan jaksa penuntut umum.

Saat itu jaksa menuntutnya dengan penjara 7,5 tahun karena dianggap melanggar UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Pencabulan Anak di Bawah Umur Pasal 81 dan 82.

Jaksa lalu mengajukan kasasi ke MA dan dikabulkan.

"Selain alasan menjalankan putusan MA, eksekusi terhadap terpidana dilakukan karena yang bersangkutan tidak kooperatif terhadap panggilan kejaksaan," terang Ketut.

Halaman
12
Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved