Berita Malang Raya

Duh, ABG 14 Tahun yang hina Pancasila Lewat Medsos Ternyata Tak Hafal Pancasila

ABG perempuan umur 14 tahun di Kepanjen, Kabupaten Malang, dipolisikan karena menghina Pancasila. Ternyata, dia pun tak hafal Pancasila...

Duh, ABG 14 Tahun yang hina Pancasila Lewat Medsos Ternyata Tak  Hafal Pancasila
surabaya.tribunnews.com/ahmad amru muiz
VAM (menutupi mukanya dengan kerudung) saat diperiksa di UPPA Sat Reskrim Polres Malang, Senin (22/1/2018) karena dianggap melecehkan Pancasila melalui media sosial Facebook. 

SURYA.co.id | MALANG - VAM, remaja 14 tahun di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang yang dipolisikan oleh ormas Pemuda Pancasila karena menghina Pancasila, ternyata tak hafal dengan sila-sila di dalam dasar negara tersebut. 

Hal itu diketahui dari hasil pemeriksaan terhadap VAM di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Sat Reskrim Polres Malang. 

Kanit UPPA Polres Malang, Iptu Sutiyo menjelaskan, terlapor yang masih usia anak-anak dan bekerja di warung tersebut dinilai tidak sengaja melakukan pelecehan terhadap Pancasila dan itu dilakukan sebatas iseng di medsos.

"UPPA Polres Malang akan melakukan pembinaan terhadap VAM yang ternyata hanya lulusan kelas 4 SD tersebut untuk tidak mengulang perbuatanya dan dikembalikan ke masyarakat," kata Sutiyo mendampingi Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, Senin (22/1) sore.

Di samping itu, dikatakan Sutiyo, pihak pelapor yakni perwakilan masyarakat dan perwakilan anggota Pemuda Pancasila serta perangkat Desa Tegalsari juga telah menerima permintaan maaf dari terlapor yang memang tidak mengerti akan pelecehan terhadap dasar negara yang sudah dilakukannya.

Dianggap Menghina Pancasila, ABG 14 Tahun di Malang Dilaporkan ke Polisi

Dijelaskan Sutiyo, umur terlapor yang belum dewasa juga menjadi pertimbangan dalam langkah pembinaan yang dilakukan UPPA. Dimana terlapor di medsos hanya ingin mencari ketenaran sesaat dan sensasi saja.

"Apa yang dilakukan terlapor merupakan spontanitas di medsos," ucap Sutiyo.

Sementara terlapor VAM saat diminta mengucapkan teks Pancasila sama sekali tidak bisa. Ia bahkan tidak tahu dan tak pernah hafal bunyi lima butir Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia.

“Saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan saya di Facebook, saya minta maaf yang sebesar-besarnya terkait kata-kata saya di Facebook yang dianggap melecehkan Pancasila,” kata VAM di hadapan Penyidik UPPA Satreskrim Polres Malang, Perangkat Desa Tegalsari kecamatan Kepanjen, dan juga Ormas Pemuda Pancasila Kepanjen serta perwakilan masyarakat Kepanjen.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved