Berita Surabaya
PSK yang Kepergok Polisi di Wisma Dolly Surabaya ada yang Berasal dari Tulungagung
Mereka diciduk tim Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polretabes surabaya di Wisma Gang Dolly
Penulis: Fatkhul Alami | Editor: Adrianus Adhi
SURYA.co.id | Surabaya - Bisnis prostitusi di Gang Dolly, Sawahan, Surabaya masih terjadi, kendati Pemkot Surabaya secara resmi menutupnya sejak 2014.
Ini seiring diamankannya tujuh orang di Jl Jarak Gang Dolly oleh Satreskrim Polretabes Surabaya, Minggu (21/1/2018) dini hari.
Tujuh orang yang diciduk polisi dari Gang Dolly, yakni dua mucikari, Basuki (29) dan Tasripin (39), dua orang saksi AA (35) dan RB (19) asal Surabaya.
Baca: Modal Awal cuma Rp 350 Ribu, Prima Buktikan Jasa Cuci Sepatu Bukan Bisnis Ecek-ecek
Baca: Anjing Pitbull yang Tewaskan Pencari Kayu di Kediri Sengaja Dilepas Untuk Jaga Kandang Ayam
Baca: Perempuan Muda di Malang Ditemukan Tewas Tergantung. Apa Penyebabnya?
Baca: Cerita Lengkap Pencari Kayu di Kediri Tewas Digigit Anjing Pitbull, Korban Diserang Secara Buas
Sedangkan tiga wanita yang ikut diciduk merupakan korban alias wanita penghibur (PSK), yakni HDY (37) asal Bayuwangi, LK (42) asal Tulungagung dan YS (29) asal Tegal Jawa Tengah.
Mereka diciduk tim Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polretabes surabaya di Jl Jarak Gang Dolly, Dukuh Kupang Timur Surabaya lantaran aktivitas bisnis prostitusi.
Anggota Unit PPA mengamankan tujuh orang tersebut, setelah menerima informasi masih ada aktivitas prostitusi di Gang Dolly.
Begitu petugas berada di lokasi dan mendapati ada transaksi trafficking (perdagangan manusia), polisi melakukan penggerebekan di Wisma Borneo di Jl Jarak Gang Dolly.
"Ada dua tersangka dalam kasus trafficking ini, mereka merupakan mucikari. Kami juga mengamankan dua orang saksi dan tiga orang wanita merupakan korban," sebut AKBP Sudamiran, Kasatreskrim Polreatbes Surabaya, Minggu (21/1/2018).
Menurut Sudamiran, pihaknya terjun dan melakukan penggerebekan sebuah wisma di Gang Dolly, lantaran ada laporan masyarakat tempat tersebut masih ada transaksi prostitusi.
"Ternyata masih ada tempat yang menyediakan untuk perbuatan cabul di bekas lokalisasi Dolly," tutur Sudamiran.
Selengkapnya lihat tayangan video di bawah ini
