Berita Malang Raya

Perempuan Muda di Malang Ditemukan Tewas Tergantung. Apa Penyebabnya?

Seorang perempuan muda di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, meninggal dunia gantung diri di kamarnya. Apa pemicu tindakan nekat itu?

Perempuan Muda di Malang Ditemukan Tewas Tergantung. Apa Penyebabnya?
ist/india samvad
ilustrasi 

SURYA.co.id | MALANG - Indah, perempuan muda umur 25 tahun di desa Tawangrejeni, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, ditemukan meninggal gantung diri, Sabtu (20/1/2018) malam. 

Perempuan itu tergantung dengan kain kerudung menjerat di lehernya. Kain kerudung itu terikat kayu di atas jendela kamar. 

Kasubag Humas Polres Malang, AKP Farid Fathoni menjelaskan, orang pertama yang mengetahui tragedi itu adalah Iswanti, ibu korban. 

Saat itu Iswanti penasaran karena Indah tak kunjung memberi jawaban meski sudah berkali-kali dipanggil. 

Setelah mendatangi kamar yang terkunci dari dalam, Iswanti terkejut saat mengintip ke dalam. 

Saat itu dia melihat anaknya duduk diam di atas kasur namun tak merespon panggilan. 

Ibu korban panik dan meminta bantuan saudaranya, Yoyok. Keduanyapun terus berupaya memanggil nama korban tetapi tetap tidak ada jawaban. Yoyok berupaya membuka pintu kamar korban tapi dikunci dari dalam.

"Selanjutnya Yoyok melihat dari jendela depan dan mendapati kain yang terikat di kayu atas jendela kamar," kata Farid Fathoni mendampingi Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, Minggu (21/1).

Kain warna hijau yang terikat di kayu tersebut, menurut Farid, dipotong dan terlihat tubuh korban ambruk dari duduknya dan tidak bergerak. Saat itu, ibu korban bersama saudaranya meminta bantuan tetangga sekitar.

Warga kemudian membuka paksa pintu kamar dan mendapati tubuh korban dalam kondisi dingin tidak bergerak dari posisinya. Saat itu itu juga, kejadian tersebut dilaporkan ke Kades setempat yang melanjutkan laporan ke Polsek Turen.

"Jajaran Polsek Turen setelah menerima laporan langsung datang ke TKP bersama petugas medis Puskesmas," ucap Farid Fathoni.

Petugas Polsek, ungkap Farid Fathoni, langsung melakukan pemeriksaan bersama tim medis. Hasilnya tim medis tidak menemukan bekas luka penganiayaan. Dan korban menunjukkan tanda-tanda meninggal gantung diri.

Pihak keluargapun menolak jenazah korban dilakukan otopsi dengan membuat surat pernyataan. Jenazah korban langsung diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Sedangkan dari keterangan keluarga, tambah Farid Fathoni, korban pernah terjatuh kecelakaan di usia 16 tahun. Sejak saat itu, korban seringkali bersikap marah-marah pada ibunya. Dan pada tahun 2015 lalu korban juga pernah mencoba bunuh diri akan terjun ke sumur tapi berhasil digagalkan ibu dan keluarganya.

"Korban menderita penyakit Asma yang tidak kunjung sembuh," tutur Farid Fathoni. 

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved