Sambang Kampung Simokerto

Jamaluddin Melukis Berbahan Pelepah Pisang, tapi Tidak asal Daun Pisang, Mengapa?

Kondisi lumpuh di atas kursi roda tak membuat Jamaluddin (48) menyerah pada takdir. Jamaluddin justru berkarya di bidang seni rupa.

Jamaluddin Melukis Berbahan Pelepah Pisang, tapi Tidak asal Daun Pisang, Mengapa?
surya/ahmad zaimul haq
Jamaluddin berkarya dengan memanfaatkan pelepah pisang untuk bahan lukisannya. 

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Kondisi lumpuh di atas kursi roda tak membuat Jamaluddin (48) menyerah pada takdir. Sebaliknya, warga RW 3 Kelurahan Simokerto Kecamatan Simokerto Surabaya itu justru membuat disabilitasnya sebagai kekuatan untuk mengembangkan potensi yang ada di dirinya.

Ya, sejak tahun 2008 lalu, usai mengalami kecelakaan kerja di pabrik kayu tempatnya mencari nafkah, ia mengalami kecelakaa cukup parah. Yang akhirnya membuat ia tidak bisa berjalan.

Sempat bingung harus bagaimana untuk menghidupi keluarga, Jamal akhirnya memutuskan untuk menggeluti hobinya di bidang seni rupa.

"Awalnya saya tidak langsung melukis dengan pelepah pisang. Dulu sempat melukis dengan daun kering, memang konsepnya dari bahan sampah," kata Jamal pada Surya saat disambangi di kediamannya di Jalan Kenjeran Gg 3, Rabu (17/1/2018).

Namun ternyata menggunakan daun kering tidak mudah. Mencari daun yang berserat dan warna sama cukup rumit. Akhirnya ia kepikiran untuk menggunakan pelepah pisang.

Yang bahannya melimpah di alam dan tidak susah dicari. Ia bahkan cukup pulang ke kampung, di Probolinggo, untuk mendapatkan pelepah pisang dalam jumlah besar.

Sembari tetap duduk di atas kursi roda, Jamal mencoba mempraktekkan cara membuat lukisan dari pelepah pisang.

Mulanya ia menyiapkan triplek dengan ukuran 60 sentimeter kali 40 sentimeter. Tak jauh di sisinya ada beberapa lembar pelepah pisang yang sudah kering.

Jaman lalu mengambil selempat dan memotongnya ke ukuran yang lebih kecil. Ada yang dipotong segitiga, membujur, dan juga dipotong kotak kecil-kecil.

Sejurus kemudian, ia mengoleskan lem kayu ke atas triplek. Diatas lem tersebut, barulah ia tempelkan pelepah pisang yang sudah dipotong.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved