Breaking News:

Berita Kediri

Lampion Sintetis, Paling Sering 'Diburu' Karena Awet dan Tahan Lama, Tertarik Memilikinya?

Saat ini, lampion berbahan baku sintetis lagi digandrungi. Karena lampion sintetis terbukti kebal terhadap segala cuaca.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Titis Jati Permata
surya/mohammad romadoni
Pemilik toko lampion, Nasikin menunjukkan lampion jenis kap landak (seperti akar) yang biasanya dipakai untuk hiasan lampu cafe. 

SURYA.co.id | KEDIRI - Lampion sangat identik dengan kultur budaya Tiongkok, yang dipakai untuk alat penerangan.

Biasanya, lampion tersebut terbuat dari kerangka bambu, berbahan baku kertas, berbentuk kotak atau lonjong yang di dalamnya terdapat lilin sebagai sumber cahaya.

Namun seiring perkembangan mode, kini lampion dibuat memakai bahan dari sintetis.

Di samping itu, lampion juga telah mengalami perubahan fungsi menjadi alternatif perabot lampu hias sebagai pemanis dekorasi ruangan.

Saat ini, telah banyak dijumpai di berbagai tempat seperti cafe, restoran atau hotel dan lainnya yang memasang lampion untuk hiasan dekorasinya.

Nasikin (35) warga Desa Sekoto, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri ini merupakan penjual lampion berbahan baku sintetis.

Sejumlah lampion sintetis dari berbagai bentuk terlihat menyala warna-warni.
Sejumlah lampion sintetis dari berbagai bentuk terlihat menyala warna-warni. (surya/mohammad romadoni)

Terdapat puluhan produk sintentis berupa lampion dari berbagai bentuk, ukuran dan warna.

Adapun bentuk lampion mulai dari lampu antik, kap bolo, kurungan bali, kap landak (seperti akar) yang bisanya dipakai untuk hiasan lampu cafe.

Ada juga yang berbentuk mungil seperti lampu tempel.

Memang saat ini, lampion berbahan baku sintetis lagi digandrungi.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved