Berita Surabaya

VIDEO - Jembatan Ini Jadi Tempat Favorit Buang Sampah Popok, Lihat Tumpukannya, Menjijikkan!

Jembatan ini menjadi tempat favorit warga buang sampah popok. Lihat videonya di sini.

VIDEO - Jembatan Ini Jadi Tempat Favorit Buang Sampah Popok, Lihat Tumpukannya, Menjijikkan!
surya/ahmad zaimul haq
Popok yang dibuang warga nyangkut di jembatan. Menjijikkan! 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sebagian masyarakat Indonesia masih punya kebiasaan buruk membuang sampah popok di sungai, tak terkecuali di Jawa Timur.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo telah mengeluarkan surat himbauan kepada beberapa wali kota dan bupati se Jawa Timur untuk memerangi sampah popok di sungai, 28 Desember 2017,

Namun terhitung sejak 17 hari himbauan tersebut, menurut Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton) , tidak ada upaya serius pemerintah kabupaten kota Surabaya, Sidoarjo, dan Gersik.

Prigi Arisandi, Brigade Evakuasi Popok sekaligus Aktivis Lingkungan Ecoton mengungkapkan fakta, seminggu ini mereka masih temukan banyak orang yang sampah buang popok bayi dan dewasa ke kali Surabaya, Brantas, dan saluran-saluran di Jatim.

"Artinya tidak ada keseriusan wali kota atau bupati untuk mengurangi perilaku buang popok di sungai," serunya saat orasi di Jembatan Sepanjang, Sidoarjo, Selasa (16/1/2018).

Lokasi orasi, Jembatan Sepanjang Sidoarjo menjadi pilihan lantaran kawasan ini menjadi tempat favorit warga buang sampah popok.

Ini terlihat dari banyaknya popok yang dilempar ke sungai oleh warga, menyangkut di pipa saluran air di sisi jembatan.

Seperti yang terlihat dalam video di bawah ini :

"Masyarakat harus sadar membuang popok ke sungai sangat berdampak pada lingkungan. Karena sungai ini penting sebagai sumber kehidupan sumber bahan baku air minum," tambahnya.

Pemerintah dalam hal ini harus serius menangani soal sampah popok, Prigi mengungkapkan, dalam waktu 2017 komposisi sampah di laut mencapai 21 persen.

"Artinya sampah popok lari ke laut dan tidak terkendali. Maka perlu upaya pemerintah. Kalau pemerintah lambat, maka masyarakat harus menginisiasi," katanya tegas.

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved