Berita Kampus Surabaya

Gandeng TICMI, STIE Perbanas Gelar Sertifikasi Pasar Modal, Bekali Mahasiswa yang Ingin  . . . .

STIE Perbanas Surabaya menggandeng The Indonesian Capital Market Institute (TICMI) Jakarta menggelar ujian sertifikasi profesi pasar modal.

Gandeng TICMI, STIE Perbanas Gelar Sertifikasi Pasar Modal,  Bekali Mahasiswa yang Ingin  . . . .
surya/habibur rohman
UJIAN SERTIFIKASI - Peserta mengikuti ujian sertifikasi profesi pasar modal wakil perantara pedagang efek (WPPE) di Stie Perbanas Surabaya, Selasa (16/1/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - STIE Perbanas Surabaya menggandeng The Indonesian Capital Market Institute (TICMI) Jakarta menggelar ujian sertifikasi profesi pasar modal bagi mahasiswa dan praktisi pasar modal Jawa Timur di kmpus STIE Perbanas, Selasa (16/1/2018).

Untuk mengikuti ujian ini, ada empat modul yang harus ditempuh. Peserta harus lulus keempat modul terebut, dan jika tidak lulus di antaranya maka harus mengulang sampai semuanya lulus.

Empat modul itu hukum etika, analisis ekonomi, mekanisme perdagangan efek dan pengetahuan efek.

Salah satu peserta ujian, Meidy Izzatun Nikmah dari S1 Manajemen STIE Perbanas mengaku ujian ini cukup sulit. Ada 100 soal yang harus dijawabnya.

“Lumayan susah ya, tapi Alhamdulillah sudah lulus semua. Hasilnya bisa diketahui secara langsung,” ujarnya ketika ditemui SURYA.co.id, Selasa (16/1/2018).

Dengan kelulusan ini, dia tidak perlu lagi mengulang untuk mengikuti ujian serupa.

“Ada tadi yang tidak lulus. Dan ada juga yang ujian sebelumnya tidak lulus, tadi mengikuti lagi. Bebannya kalau tidak lulus harus cepat mengikuti lagi maksimal dua hari,” tuturnya.

Ketua Program Studi Manajemen STIE Perbanas Muazzaroh menjelaskan ujian ini untuk mahasiswa yang ingin menjadi broker atau agen bursa efek. Untuk menjadi seorang broker wajib punya sertifikat.

TICMI sebagai anak perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mengurusi tentang akademik mengadakan ujian untuk mereka yang mau bekerja di pasar modal.

Muazzaroh mengatakan ujian yang diikuti 64 peserta dari STIE Perbanas serta mahasiswa lain seperti Universitas Trunojoyo Madura, Universitas Brawijaya Malang, dan beberapa praktisi pasar modal itu diselenggarakan karena banyak lulusan yang belum mempunyai sertifikat profesi pasar modal.

Dia menjelaskan, ada beberapa ujian yang dilakukan tergantung profesi yang diambil. Ada beberapa sertifikasi yang diujikan yakni Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE), Wakil Penjamin Emisi Efek (WPEE), Wakil Manajer Investasi (WMI) dan Ahli Syariah Pasar Modal (ASPM).

"STIE Perbanas memberi bekal kepada lulusan supaya berdaya saing di dunia kerja bagus maka diberikan ujian sertifikasi. Tapi nantinya mereka sendiri yang akan mengurus ke OJK terkait izinnya jika mau bekerja di sekuritas," ujarnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved