Persona
Wiwin Windarti, Jaga Kepuasan Pelanggan Agar Tidak Pindah ke Lain Salon
Persaingan di dunia usaha kecantikan tidaklah enteng. Karena itu, bagi Wiwin Windarti, menjaga kepuasan pelanggan adalah kewajiban mutlak.
Penulis: Achmad Pramudito | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.id | SURABAYA - Persaingan di dunia usaha tak pernah berhenti. Karena itu, sadar sebagai pendatang baru di bidang pelayanan rias merias wajah, maka Wiwin Windarti berusaha bisa menarik perhatian konsumen.
Setelah layanan jasa yang ditawari mulai disukai klien, anak ketiga dari empat bersaudara ini berusaha menjaga kualitas layanan agar konsumennya tidak berpindah ke ‘lain hati’.
“Persaingan tak bisa dielakkan. Semua tergantung bagaimana kita bisa memahami keinginan customer. Jangan sampai membuatnya kecewa dan pindah ke salon lain,” tegas Wiwin.
Memang tidak mudah. Sebab yang datang ke salonnya beragam karakter manusia. Tak jarang Wiwin mendapat konsumen yang cerewet dan banyak permintaan.
“Ya harus ekstra sabar kalau dapat yang seperti itu. Saya berusaha melayani dengan baik, dan berusaha memberi jasa layanan seperti yang dinginkan,” cetus gadis kelahiran Surabaya, 10 Agustus 1993 ini.
Berusaha memberi yang terbaik itu pula yang dia tekankan pada karyawannya. “Selain memberi hasil pelayanan sebaik mungkin, saya juga terus mengikuti tren,” paparnya.
Menurut lulusan SMK IKIP Surabaya Jurusan Pemasaran ini, bergelut di dunia fashion memang harus selalu mencermati perkembangan tidak hanya di tingkat lokal, melainkan juga tren dunia.
“Sebab konsumen kan makin gampang pula mencermati tren riasan atau dandanan luar. Kalau kita nggak update pasti juga ditinggalkan customer,” tandasnya.
Saat ini, Wiwin masih mempekerjaan satu orang stylist untuk membantu usahanya itu. “Saya lihat respons pasar dulu. Kemungkinan bulan depan bisa tambah pegawai lagi, agar layanan juga bisa lebih cepat,” kata Wiwin.
Wiwin lalu mengungkap awal usaha salon yang dirintis sejak bulan Mei 2017 itu. “Sambil kursus salon di tahun 2013 itu aku mulai membuka salon kecil-kecilan di rumah dengan alat seadanya,” urainya.
Meski upaya rintisannya itu membuahkan hasil positif tidak membuat Wiwin cepat puas diri. Tahun 2014 dia kembali meningkatkan pengetahuannya dengan ikut kursus salon yang fokus ke make up wedding.
“Aku sering ikut freleance make up, dan nabung untuk nyicil beli alat-alat salon kayak kaca, kursi, dan lain-lainnya,” tegas Wiwin yang menjalankan usaha salon kecantikan di kawasan Jl Baratajaya Surabaya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/wiwin-windarti_20180111_220432.jpg)