Berita Surabaya

Bayi Kembar Siam ke-86 Lahir di RSUD dr Soetomo, Begini Kondisinya

Bayi kembar siam dempet perut (omphalopagus) ini memiliki bagian Omphalokel tipis yang mudah pecah.

Bayi Kembar Siam ke-86 Lahir di RSUD dr Soetomo, Begini Kondisinya
surya/sulvi sofiana
SIAM 86 - Bayi kembar siam ke-86 dempet perut yang dirawat di RSUD Dr Soetomo, Selasa (9/1/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - RSUD Dr Soetomo kembali menangani bayi kembar siam yang lahir Senin (8/1/2018).

Bayi kembar siam dempet perut ini lahir setelah orangtuanya berkonsultasi di Fetomaternal RSUD dr Soetomo.

Kelahiran bayi ini dipersiapkan khusus.

Ketua Tim Pusat Penanganan Kembar Siam Terpadu RSUD Dr Soetomo, Agus Harianto mengungkapkan kedua bayi lahir dengan berat total 4.950 gram secara prematur yaitu sekitar 37 dan 38 minggu.

Bayi kembar siam dempet perut (omphalopagus) ini memiliki bagian Omphalokel tipis yang mudah pecah.

Kondisi bayi juga hiperlodosis atau dengkek karena posisi dalam kandungan.

"Saat ini perawatannya stabilisasi mencegah terjadinya infeksi dan mencegah jangan sampai Omphalokel yang tipis itu pecah. Dengan diberikan infus sebagai protein, oksigenasi untuk pernafasan dan kami rawat luka pada Omphalokel dengan pemberian anti B3," jelasnya usai rapat koordinasi dengan tim kembar siam di RSUD Dr Soetomo, Selasa (9/1/2017).

Rencananya, stabilisasi akan dilakukan hingga bayi memiliki berat masing-masing 5 kilogram atau dalam waktu 10 minggu.

Saat ini usus bayi dalam kondisi terpisah karena keduanya sudah buang air besar. Hanya saja liver dalam kondisi menyatu dan jantung belum sempurna.

"Jantung masih kami pantau apa masih terbuka atau tertutup. Kami tidak berani asumsi yang penting kami rawat, tingkat keberhasilan operasi tinggi kalau berat badan mereka sudah ideal. Kalau sekarang dioperasi dalam kondisi emergensi belum tahu struktur anatomi dan pemeriksaannya kami belum lengkap resikonya tinggi sekali. Operasi emergensi pasti kami lakukan jika kondisi darurat,"lanjutnya.

Kedua bayi yang dinamakan Salma dan Sovia ini dirawat di ICU hingga stabil sampai bayi bisa minum sendiri dan tidak kedinginan kemudian dipindahkan ke ruang rawat inap khusus bayi kembar siam.

Perawatannya sepenuhnya dilakukan di rumah sakit dengan pangawasan 50 dokter dari 117 anggota tim kembar siam yang sudah mengikuti rapat perawatan.

"Bayi ini anak pertama kedua, ada keturunan kembar juga dari ibunya. Tapi orang tua tidak mau diekspos. Yang pasti mereka dari Surabaya dan sekitarnya,"lanjutnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved