Berita Regional

Petruk Nekat Curi Tali Pocong Jenazah Sahabatnya demi Alasan yang Tak Masuk Akal, Endingnya. . .

Petruk tega mencuri tali pocong sahabatnya yang telah wafat, almarhum Muhammad Suhendra (47).

Petruk Nekat Curi Tali Pocong Jenazah Sahabatnya demi Alasan yang Tak Masuk Akal, Endingnya. . .
ist
ilustrasi 

SURYA.co.id I JAKARTA - Perbuatan Muhammad Irfan alias Petruk (34) ini sangat tak pantas ditiru.

Petruk tega mencuri tali pocong sahabatnya yang telah wafat, almarhum Muhammad Suhendra (47).

Kapolres Tangerang Selatan AKBP Fadli Widiyanto mengatakan, Petruk mencuri tali pocong milik Suhendra dari makamnya, di Tempat Pemakaman Taman Abadi, Ciputat, Tangerang Selatan, Kamis (28/12/2017).

Petruk menggali makam dengan menggunakan patahan kayu rambutan yang tumbuh di Kompleks Pemakaman.

Petruk percaya dengan mengambil tali pocong dapat meningkatkan pendapatan usaha sebagai sopir angkutan umum jurusan Pamulang-Ciputat.

Informasi itu, didapat Petruk karena mendengar slentingan dari sesama sopir tembak angkutan umum jurusan Pamulang - Ciputat, bahwa dengan memiliki tali kafan atau tali pocong, maka usaha akan berhasil.

"Pelaku berharap dengan memiliki tali kafan atau tali pocong akan membuat usaha yang dijalani yaitu sebagai sopir batangan angkot Pamulang - Ciputat akan semakin mendapatkan banyak penumpang," ujar Fadli di Mapolres Tangsel, Senin (8/1/2018).

Fadli menerangkan, Petruk mengambil empat tali kafan, yakni tali kepala, leher, tangan, dan kaki di hari yang sama saat sahabatnya baru saja dimakamkan pada 28 Desember 2017 lalu.

Ia mengambilnya pada tengah malam menggunakan kayu dan tangan. Berlangsung selama 3,5 Jam.

"Pelaku tidak merasa takut untuk melakukan penggalian makam dan bersentuhan langsung dengan Jenazah karena merasa sudah kenal baik dengan almarhum," ujar Fadli.

Pencurian tali pocong diketahui warga pada pukul 06.30 WIB setelah warga melihat kuburan dibongkar.

Tim Vipers Polres Tangerang Selatan menangkap Petruk di kontrakannya, setelah kabur selama sepekan usai membongkar makam milik Muhammad Suhendra alias Capung.

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan beberapa barang bukti berupa celana jins, baju hangat, tangkai kayu sepanjang 80 sentimeter, dan empat tali kafan jenazah.

"Atas perbuatannya, pelaku kami jerat menggunakan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan hukuman maksimal 6 tahun penjara dan Pasal 279 KUHP tentang Perusakan Fasilitas Pemakaman," ujar Fadli.

Editor: Musahadah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved