Pembunuhan Perempuan Bercadar

Pembunuh Perempuan Bercadar di Kediri Pernah Berhubungan Asmara Dengan Korban Saat Sekolah

Polisi telah menetapkan seorang tersangka dalam pembunuhan perempuan bercadar di Kediri. Pelakunya diduga pernah berhubungan asmara dengan korban.

Pembunuh Perempuan Bercadar di Kediri Pernah Berhubungan Asmara Dengan Korban Saat Sekolah
surya/mohammad romadoni
Perempuan bercadar yang ditemukan tewas tergeletak di halaman Masjid Anas Bin Faadolah Desa Menang, Kecamatan Pagu, Kamis (4/1/2017) sore. Dalam kasus pembunuhan ini, polisi telah menetapkan seorang tersangka yang diduga pernah punya hubungan asmara dengan korban. 

SURYA.co.id | KEDIRI -  Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Kediri telah menetapkan seorang tersangka dalam kasus pembunuhan terhadap Nurul Khotimah (38), perempuan bercadar yang jenazahnya ditemukan di halaman masjid di Kecamatan Pagu, Kediri

Kasatreskrim Polres Kediri, AKP Hanif Fatih Wicaksono mengatakan telah memastikan bahwa korban tewas karena dibunuh. 

"Sudah cukup bukti untuk menentapkan tersangka," ujar AKP Hanif Fatih Wicaksono kepada Surya di Polres Kediri, Senin (8/1/2018).

(BREAKING NEWS - Polisi Tangkap Terduga Pembunuh Perempuan Bercadar di Masjid Kediri)

Polisi melakukan olah TKP di lokasi penemuan mayat perempuan bercadar di sebuah masjid di Kabupaten Kediri, Kamis (4/1/2018).
Polisi melakukan olah TKP di lokasi penemuan mayat perempuan bercadar di sebuah masjid di Kabupaten Kediri, Kamis (4/1/2018). (surabaya.tribunnews.com/mohammad romadoni)

informasinya, polisi telah menetapkan tersangka berinisial M, warga Wates, Kabupaten Kediri.

Tersangka merupakan orang dekat korban. Mereka sempat menjalin hubungan saat masih sekolah.

Tersangka sempat menekan korban untuk menceraikan suaminya dan menikah dengannya.

Namun ternyata, kisah asmara itu bertepuk sebelah tangan. Hingga berujung pada pembunuhan. Nurul Khotimah tewas ditangan pria yang telah dikenalnya semenjak duduk di bangkui SMP.

Hanif menjelaskan meski tersangka sempat mengelak melakukan perbuatan itu. Namun, setelah dicocokkan dengan alat bukti, tersangka mengakuinya telah membunuh Nurul Khotimah.

"Penetapan tersangka ini telah sesuai prosedur yang menempuh seluruh pertimbangan untuk menjerat tersangka," bebernya.

Polisi saat ini juga telah memeriksa suami korban bernama Sunaryo terkait kasus tersebut. Pemeriksaan itu untuk memenuhi berkas berita acara pemeriksaan (BAP).

"Tadi sudah kami mintai keterangan tambahan untuk melengkapi BAP," pungkasnya.

Apabila tidak ada halangan,  penyidik akan menggelar rekontruksi pembunuhan. Namun hingga saat ini mereka masih mempersiapkan mekanisme untuk reka ulang.

"Kan harus ada saksi semuanya itu yang harus dihadirkan pada saat rekonstruksi, jadi kami butuh waktu untuk mempersiapkannya," tandasnya.

Atas perbuatannya, tersangka dapat dijerat pasal berlapis dugaan pembunuhan berencana minimal hukuman seumur hidup dan maksimal hukuman mati.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved