Rabu, 22 April 2026

Berita Madiun

Pembangunan Tol Ngawi-Kertosono Molor, Ini Penyebabnya Kata Menteri PUPR

Jalan Tol Ngawi-Kertosono hingga Januari 2018, belum juga diresmikan. Padahal, seharusnya tol sepanjang 49,50 kilometer ini...

Penulis: Rahadian Bagus | Editor: Cak Sur
SURYA Online/Rahadian Bagus
Menteri PUPR Mochamad Basoeki Hadimoeljono saat menghadiri Festival Jalan Tol (FJT) di Gerbang Tol Madiun, Dumpil, Balerejo, Kabupaten Madiun, Sabtu (6/1/2018) sore 

SURYA.co.id | MADIUN - Jalan Tol Ngawi-Kertosono hingga Januari 2018, belum juga diresmikan. Padahal, seharusnya tol sepanjang 49,50 kilometer ini ditargetkan sudah selesai sejak Agustus 2017, lalu.

PT Ngawi Kertosono Jaya (NKJ) selaku anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk yang menjadi pelaksana proyek bahkan telah melakukan lima kali perpanjangan kontrak.

Menteri PUPR Mochamad Basoeki Hadimoeljono, menuturkan kendala utama molornya pengerjaan Tol Ngawi-Kertosono karena masalah pembebasan lahan untuk keperluan pembangunan overpass.

"Tanah, terutama untuk overpass karena diminta saat pelaksanaan. Jadi harus bikin panlok (penetapan lokasi) baru," kata Basoeki saat menghadiri Festival Jalan Tol (FJT) di Gerbang Tol Madiun, Dumpil, Balerejo, Kabupaten Madiun, Sabtu (6/1/2018) sore.

Meski demikian, Basoeki optimis Tol Ngawi-Kertosono ini akan rampung sepenuhnya pada akhir bulan Januari 2018, dan dapat beroperasi penuh pada awal bulan Februari 2018. Bahkan, dalam waktu dekat akan diresmikan Presiden Jokowi.

"Saya akan laporkan bapak presiden. Nanti menunggu jadwalnya bapak presiden. Hari ini saya akan ke Surabaya, besok ke Kupang, Selasa ke Rote, mungkin pulangnya Rabu, akan dijadwalkan lagi untuk meresmikan," katanya saat ditanya kapan Tol Ngawi-Kertosono diresmikan.

Basoeki menambahkan, rencananya besar tarif Tol Ngawi-Kertosono sebesar Rp 1200 hingga Rp 1300 per kilometer.

"Rp 1200 hingga Rp 1300 per kilometer dikalikan 49 kilometer, mulai dari Mantingan-Kertosono," jelasnya.

Dia menambahkan, kendala pengerjaan proyek tol juga terjadi pada pembangunan jalan Tol Solo-Ngawi. Masih ada 23 overpass yang belum selesai dikerjakan.

"Sedangkan Solo-Ngawi tadi baru saya dilaporin oleh PPK tanah, semua yang di main roadnya selesai. Kita tinggal yang di overpass yang total jumlahnya 61 yang kita kerjakan, yang belum selesai 23," katanya.

Oleh sebab itu, untuk mempercepat pengerjaan, dari 23 overpass yang belum selesai dibangun akan diprioritaskan yang berdaa di wilayah pemukiman. Dengan demikian, harapanya jalur tol mulai Solo, Ngawi, hingga Kertosono dapat sekaligus diresmikan.

"Dari 23 overpass yang belum siap, kami memprioritaskan yang mennghungkan antar perkampungan. Itu bisa nanti kita resmikan sekaligus Solo-Ngawi-Kertosono," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT NKJ Iwan Moedyarno mengatakan hingga minggu awal pada Januari 2018, pembangunan konstruksi Jalan Tol Ruas Ngawi-Kertosono yang dikerjakan oleh PT NKJ sepanjang 49,50 km telah mencapai 98,5 persen dan mencatatkan persentase pembebasan lahan sebesar 99,88 persen.

Iwan mengatakan, dari sisa 98% yang belum selesai di antaranya pembebasan lahan untuk keperluan overpas. Masih ada tiga titik overpass yang harus diselesaikan.

Seksi satu di Kecamatan Sawahan, seksi dua di Desa Kedungjati Balerejo dan seksi tiga overpass di Desa Wonoayu Kecamatan Pilangkenceng.

Selain pembebasan lahan, PT NKJ juga masih menyelesaikan pengerjaan pemasangan rambu jalan, lampu, asesoris, serta gerbang pintu keluar masuk tol di Dumpil Kecamatan Balerejo

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved