Breaking News:

Berita Surabaya

Keluhan Driver Taksi Online: Driver Diatur tapi Aplikator Dibiarkan Liar

Asosiasi Driver Online (ADO) merasa posisinya terus tertekan. Sebab Pemerintah dinilai hanya mengatur para Driver online.

surya/sugiharto
Direktur angkutan dan multimoda Kemenhub, Cucu Mulyana (kiri) bersama senior vice president public policy and goverment relations Go-Jek Malikulkusno utomo (kanan) berdialog dengan sopir taxi online usai peluncuran taksi online, Kamis (4/1/2018). 

Sedang aplikator dibiarkan liar tanpa Pemerintah mampu menyentuh Perushaan aplikasi

Aplikator dinilai David telah merusak tatanan sesuai Permenhub 108. Perusahaan daring ini terus melakukan rekrutmen Driver. Padahal Driver online di Jatim hanya dibatasi 4.445. 

 Saat ini ada sekitar 15.000 Driver online yang telah menjadi mitra perusahaan aplikasi di seluruh Jatim.

"Perekrutan Driver baik melalui Koperasi, Online Aplikasi, dan di Kantor Aplikator saat ini terus terjadi," imbuh David.

Namun, Pemerintah hanya diam tanpa melakukan intervensi. Tidak hanya itu, Pemerintah juga membiarkan aplikator menerapkan harga semau gue.

Harga batas atas dan batas bawah untuk taksi online tidak dipatuhi para aplikator.

Mereka malah menggelar promo harga di Bawah harga batas bawah. Selain itu selama ini dilakukan Pemotongan mingguan terhadap penghasilan Driver dengan dalih Koperasi.

Padahal Koperasi itu bukan pilihan Driver tapi atas penunjukan Aplikator.  Kondisi itu menurut David masih berlangsung sampai hari ini.

ADO juga mengeluhkan di beberapa titik, Driver harus mengeluarkan sejumlah uang saat menjemput penumpang. Pemerintah tidak pernah melihat kenyataan di lapangan seperti ini. 

Jadi menurutnya pemerintah hanya berani melakukan penekanan kepada Masyarakat yang notabene sedang melakukan Ekonomi Kreatif dan mensukseskan Ekonomi Digital. 

Halaman
123
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved