Berita Surabaya

Pemkot Surabaya Kebut Penambahan Produksi Listrik di TPA Benowo

Pemerintah Kota Surabaya kini tengah mendorong realisasi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di TPA Benowo.

Pemkot Surabaya Kebut Penambahan Produksi Listrik di TPA Benowo
foto: citizen.com
TPA BENOWO - Salah satu sudut di lokasi perusahaan energi yang melakukan pengolahan sampah di TPA Benowo, Surabaya Barat. Sampah Surabaya kini punya nilai tambah. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya kini tengah mendorong realisasi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di TPA Benowo.

Pasalnya, saat ini meski sudah berjalan menghasilkan listrik, namun masih belum maksimal.

Dari target menghasilkan daya listrik sebesar 9 megawatt, saat ini baru berhasil menghasilkan 2 megawatt.

Sekretaris Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Aditya Wasita mengatakan, target realisasi proyek PLTSa tersebut harus tercapai di tahun 2019.

"Di tahun ini terus kami dorong untul penyediaan alat gasifikasi dari sampah di TPA Benowo. Agar bisa terealisasi di deadline tahun 2019 mendatang," kata Aditya, Senin (1/1/2018).

Lebih lanjut Aditya menyebutkan, di TPA Benowo kini sudah ada dua mesin untuk penghasil listrik.

Masing-masing mesin tersebut menghasilkan satu megawatt. Sehingga kini baru dua megawatt listrik. Hasil produksi liatrik terzebut langsung dijual ke PLN dan didistribusikan ke pelanggan.

"Kalau segera terealisasi untuk produksi 9 megawatt di tahun 2019 mendatang, maka pasokan listrik yang dijual ke PLN juga lebih besar," imbuh Aditya.

Menurutnya, jumlah sampah yang disetorkan ke TPA Benowo setiap harinya sangat besar.

Rate setoran sampah setiap hari dari seluruh wilayah Surabaya mencapai 1.400 ton.

"Dari produksi sampah seluruh kota Surabaya itulah yang dijadikan potensi untuk menghasilkan listrik," ucapnya.

Pengelolaan tersebut dilakukan oleh pihak ketiga yang bekerja sama dengan Pemkot melalui sistem built, operate and transfer (BOT) selama 20 tahun.

Meski saat ini produksi listrik di TPA Benowo masih 2 megawatt, namun Pemkot Surabaya dinilai lebih baik dari daerah lain.

Kepala Kota Surabaya Chalid Bukhari mengatakan Surabaya menjadi kota percontohan di Indonesia dalam pengelolaan sampah dan menghasilkan listrik.

"Surabaya yang paling berhasil di Indonesia. Yang berhasil menghasilkan listrik dari TPA Benowo. Sebab tentu tidak mudah, tapi Surabaya terbukti bisa," ucap Chalid.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved