Berita Gresik

GP Ansor Gresik Nyatakan Perang Terhadap Narkoba

Pimpinan GP Ansor bertekad dan mendorong anggotanya untuk ikut perang melawan narkoba sepanjang tahun 2018.

GP Ansor Gresik Nyatakan Perang Terhadap Narkoba
surabaya.tribunnews.com/sugiyono
Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Gresik memimpin organisasi kebangsaan saat awal pergantian tahun baru 2018, Senin (1/1/2018). 

SURYA.co.id | GRESIK - Pimpinan Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Gresik bertekad ikut serta memberantas peredaran dan penggunaan narkotika di kota santri.

Ketua GP Ansor Kabupaten Gresik Agus Junaidi H mengatakan bahwa sudah saatnya seluruh kader GP Ansor menyatakan perang terhadap peredaran dan penggunaan narkotika sebab sangat merusak generasi muda Indonesia.

"Perang terhadap pengedar dan pengguna narkotika sudah jelas-jelas membela NKRI. Sebab generasi muda merupakan generasi emas Indonesia. Jika generasi dirusak oleh narkotik maka kita menyatakan perang terhadap pengedar obat terlarang itu," kata Agus Junaidi saat diskusi tentang menyikapi tahun baru 2018, Senin (1/1/2018).

Oleh karena itu, Agus Junaidi mengajak seluruh kader GP Ansor Kabupaten Gresik untuk sama-sama mengawasi dan melaporkan kepada pihak yang berwajib jika ada masyarakat yang terbukti mengedarkan obat terlarang itu.

Tidak hanya itu, anggota GP Ansor juga diajak untuk melawan korupsi yang sudah jelas merugikan masyarakat.

"Kita bersama-sama dengan aparat TNI-Polri juga Pemkab Gresik siap memberantas peredaran narkoba yang semakin hari semakin memprihatinkan bagi generasi muda kita. Dan melawan dan memberantas budaya korupsi," kata Agus yang juga ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

Sikap Pimpinan GP Ansor Kabupaten Gresik yang lainnya yaitu senantiasa menjaga kemurnian budaya lokal dan melawan bentuk-bentuk radikalisme serta organisasi masa yang merongrong terhadap NKRI.

"Kita juga merekomendasikan kepada Pemkab dan DPRD untuk membatasi ijin dan jam buka minimarket yang telah menjamur smpai pelosok desa, sebab keberadaannya sangat merugikan toko-toko klontong dan pasar tradisional milik masyarat lemah," katanya.

Penulis: Sugiyono
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved