Berita SUrabaya

Audisi Puteri Auleea : Jaring Daiyah di Media Sosial yang Ramah untuk Imbangi Dakwah Radikal

Fatayat NU menggelar audisi Puteri Auleea dengan tujuan untuk melawan dakwah-dakwah radikal di media sosial.

Audisi Puteri Auleea : Jaring Daiyah di Media Sosial yang Ramah untuk Imbangi Dakwah Radikal
surabaya.tribunnews.com/achmad pramudito
Peserta Puteri Auleea dari berbagai daerah antusias ikuti proses audisi di Royal Plaza Surabaya, Minggu (31/12) malam. Mereka diharapkan bisa jadi daiyah yang melakukan syiar agama secara ramah. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Maraknya syiar agama melalui media sosial (medsos) dicermati betul oleh organisasi Fatayat NU.

Apalagi tak bisa dielakkan ustad maupun ustadzah yang aktif menggunakan medsos ini jauh lebih terkenal ketimbang ustad dan ustadzah yang sudah pengalaman puluhan tahun. 

Maka pentas audisi Putri Auleea yang digelar Fatayat NU ini tak sekadar adu cantik dan pintar mengaji. Selain kemampuan melenggang di catwalk, peserta juga diuji keandalannya di bidang public speaking sehingga nanti bisa menjadi juru dakwah yang ramah.

Sebelum tampil di grand final yang diselenggarakan di Royal Plaza Surabaya, Minggu (31/12) malam, para daiyah terlebih dahulu menjalani karantina di Pondok Pesantren Bumi Sholawat asuhan KH Agoes Ali Masyhuri.

Di sana para peserta yang dibatasi usia 18-35 tahun ini mendapatkan pembekalan tentang agama, public speaking, hadits, serta wawasan ahlussunnah wal jamaah.

“Melalui event Cantik Religi ini kami ingin menghadirkan juru dakwah yang bisa menyampaikan syiar mengenai Islam secara ramah. Kami pilih peserta di kelompok muda karena target dakwah mereka adalah generasi muda di usia mereka,” papar Hikmah Bafaqih, Ketua PW Fatayat NU Jawa Timur.

Menurut Hikmah Bafaqih, daiyah yang terpilih mendapatkan tanggung jawab untuk menyebar keagungan Islam melalui beragam media, termasuk medsos.

“Gaya mereka yang ramah diharapkan bisa mengimbangi dakwah-dakwah radikal yang belakangan marak di masyarakat,” katanya.

Hal senada diungkapkan Anggia Ermarini, Ketua PP Fatayat NU yang menyatakan bahwa dipilihnya daiyah untuk berdakwah di dunia maya bertujuan menangkal paham radikal.

”Serta benar-benar menggambarkan Islam yang rahmatan lil’ alamin, penuh kedamaian, dan saling menghormati,” begitu tegasnya.

Pemilihan Puteri Auleea diikuti ratusan peserta. Namun, yang lolos ke babak grand final 40 orang dari beberapa kabupaten dan provinsi di Indonesia. ” Puteri Auleea ini diharapkan mampu menyapa semua segmen perempuan NU,” ujar Anggia.

Sejumlah peserta yang sempat ditemui Surya mengaku antusias ikut audisi Puteri Auleea ini.

“Selain ingin memberi wadah bagi muslimah yang punya usaha, kegiatan ini juga untuk mendapatkan muslimah berprestasi dan menginspirasi. Karena itu, saya ingin bisa jadi bagian itu semua,” tegas Berdit Zanzabella, peserta dari Trenggalek.

Sementara Rinto, perwakilan Viva Cosmetics mengatakan Viva saat ini concern juga pada pasar make up muslimah. “Karena make up khusus muslimah itu kan memiliki standar khusus. Dan standar itu yang sudah dipenuhi Viva sejak lama. Jadi aman dan halal," ujarnya. 

Penulis: Achmad Pramudito
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved