Berita Surabaya

Antrean Warga Pemohon Rusun di Surabaya Tembus 4.000 KK

Antrean warga Surabaya yang memohon untuk bisa mendapatkan hunian murah di rusunawa Pemkot meningkat tajam di akhir tahun 2017.

Antrean Warga Pemohon Rusun di Surabaya Tembus 4.000 KK
surabaya.tribunnews.com/fatimatuz zahroh
Rusun Sombo, salah satu rusun milik Pemkot Surabaya yang sudah penuh dihuni oleh warga tidak mampu, Minggu (27/8/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Antrean warga Surabaya yang memohon untuk bisa mendapatkan hunian murah di rusunawa Pemkot meningkat tajam di akhir tahun 2017.

Pasalnya memasuki tahun 2018 ini setidaknya ada sebanyak 4.000 KK warga Kota Pahlawan yang tidak memiliki tempat tinggal dan meminta agar bisa menghuni rusunawa Pemkot.

Kepala Dinas Pengelola Bangunan dan Tanah (DPBT) Kota Surabaya Maria Theresia Ekawati Rahayu mengatakan antrian tersebut meningkat di akhir tahun.

Yang mulanya di awal tahun 2.700 KK, saat ini sudah meningkat menjadi 4.000 KK yang kini mengantre sebagai pemohon rusun.

"Total antrean rusunawa sekarang sudah mencapai 4.000 KK. Mereka adalah warga tidak mampu yang mendaftar untuk bisa mendapatkan izin sewa di rusunawa yang dimiliki Pemkot Surabaya," kata wanita yang akrab disapa Yayuk, pada Surya, Senin (1/1/2018).

Namun sebanyak 4.000 KK yang mendaftar ke Pemkot tersebut tidak akan semua mendapatkan unit rusun.

Melainkan harus diseleksi terlebih dahulu berdasarkan aturan Perda No 15 Tahun 2012 dan Perwali Surabaya No 30 Tahun 2013.

Di antaranya mereka adalah warga Surabaya dan memiliki KTP Surabaya. Mereka bekerja di Surabaya dan tidak memiliki rumah.

Selain itu juga ada batasan yang dilihat dari jumlah penghasilan warga tidak boleh lebih dari Rp 3 juta setiap bulannya.

"Setelah diseleksi, mereka akan masuk ke daftar tunggu. Dan bisa ditempatkan ke rusunawa kita yang masih kosong," kata Yayuk.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved