Breaking News:

VIDEO - Mau Nikmati Malam Tahun Baru di Pasuruan, Perhatikan Titik Kerawanan Kemacetan Berikut

Bagi siapapun yang ingin menghabiskan malam pergantian tahun baru di Kabupaten Pasuruan, tampaknya harus sedikit waspada

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Cak Sur

SURYA.co.id | PASURUAN - Bagi siapapun yang ingin menghabiskan malam pergantian tahun baru di Kabupaten Pasuruan, tampaknya harus sedikit waspada di beberapa titik. Apalagi, titik - titik yang sudah diprediksi rawan atau berpotensi mengalami kemacetan.

Meski demikian, pengguna jalan diminta untuk tetap waspada, karena Satlantas Polres Pasuruan sudah menyiapkan rekayasa lalu lintas. Harapannya, rekayasa ini bisa meminimalisir kemacetan di beberapa titik yang sangat berpotensi mengalami kemacetan.

Kasatlantas Polres Pasuruan AKP Erika Purwana Putra mengatakan, dalam operasi lilin semeru ini, pihaknya memprediksi ada empat titik kerawanan kemacetan yang ada di Kabupaten Pasuruan.

"Di jalur pantura Surabaya - Banyuwangi, Simpang empat Taman Dayu, Simpang tiga Purwosari, dan jalur wisata Tretes, Prigen. Kami sudah buatkan rekayasa lalu lintasnya," katanya kepada Surya.

Untuk jalur Pasuruan - Banyuwangi, kata Erika, sapaan akrab Kasatlantas, kendaraan roda empat atau lebih diarahkan masuk ke dalam Tol Gempol - Pasuruan (Gempas). Pengalihan arus itu dilakukan untuk mengurangi penumpukan kendaraan di Alun - alun Bangil.

Dalam hal ini, alun - alun Bangil diprediksi akan menjadi titik kumpulnya massa, karena memang ada pesta kembang api di sana. Jadi, kendaraan langsung masuk tol , dan akan keluar Raci. Selain itu, ada alternatif jalan lain, yakni kendaraan dimasukkan ke jalur lingkar luar Bangil. Kendaraan dari Surabaya belok kiri ke Pegadaian Bangil, dan akan keluar setelah alun - alun Bangil.

"Rekayasa lalu lintas itu dilakukan agar tidak terjadi keruwetan di pusat kota Bangil," tambah Erika

Untuk simpang tiga taman dayu, lanjut Erika, pihaknya sudah menyiapkan cara. Kata dia, titik ini sangat rawan kemacetan karena memang titik pertemuan kendaraan dari exit Tol Pandaan , Pasuruan, dan Surabaya. Untuk mengurangi crossing, pihaknya sudah memasang sejumlah barrier di lokasi ini.

"Kendaraan yang dari arah Surabaya menuju Malang tidak boleh langsung belok kanan, jadi lurus dulu masuk ke dalam exit Tol Gempol, tapi sebelum pintu masuknya, langsung putar balik dan mengarah ke Malang. Kendaraan dari arah Pasuruan juga diberlakukan sistem yang sama," papar Erika.

Dikatakan Erika, untuk di Jalur wisata Tretes, Prigen, juga sangat berpotensi kemacetan. Maka dari itu, ia memberlakukan sistem satu jalur. Jadi dari Pandaan, hanya boleh satu arah. Kendaraan dari Prigen yang mau ke Surabaya diarahkan masuk ke dalan simpang tiga kluncing lurus simpang tiga ledug dan akan tembus di By Pass Pandaan.

"Itu untuk mengurangi keruwetan di jalur wisata atas. Kami mempridiksi banyak massa yang berkumpul di Tretes untuk melihat kembang api dari ketinggian. Oh iya, kami juga membatasi kendaraan yang mau naik kr Prigen. Maksimal pukul 22.00, sudah kami tutup. Selebih pukul 22.00, tidak boleh ada kendaraan yang naik," imbuh dia.

Untuk simpang tiga Purwosari, dikatakan Erika, pihaknya akan membelokkan kendaraan dari arah Surabaya ke simpang tiga Sengonagung , masuk ke dalam Saygon Waterpark, dan ketemu pertigaan. Selanjutnya belok kanan dan diarahkan ke Malang. Cara ini juga dilakukan untuk mengurangi keruwetan di simpang tiga Purwosari.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved