Breaking News:

Berita Surabaya

Ruang Terbuka Hijau Sekitar Gelora Bung Tomo akan Digunakan untuk Lahan Parkir

Solusi itu adalah dengan menyediakan lahan terbuka untuk tempat parkir saat ada kegiatan olahraga.

surabaya.tribunnews.com/fatimatuz zahroh
Ilustrasi 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya siap untuk mencarikan solusi terkait permasalahan minimnya lahan parkir di kawasan Gelora Bung Tomo (GBT) ketika aset milik pemkot tersebut dipergunakan untuk event olahraga.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga (Dispora) Kota Surabaya, M Afghany Wardhana menyampaikan, penyiapan lahan parkir di kawasan GBT, menjadi perhatian OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Pemkot Surabaya.

Namun, ia menegaskan sirkuit tidak bisa digunakan untuk lahan parkir. Sebagaimana selama ini dilakukan.

Menurutnya, bila sirkuit di kawasan GBT untuk parkir, itu tidak sesuai spesifikasi.

Sebab, sirkuit tersebut diperuntukkan untuk dragrace ataupun balap motor dan spesifikasinya tidak dijelaskan untuk parkir.

“Akan ada solusi. Kemarin ketika kami hearing di Komisi C juga sudah membicarakan opsi dan alternatif yang bisa kami lakukan. Tetapi tentunya melalui tahapan-tahapan. Tidak bisa ujug-ujug,” jelas Afghany.

Solusi itu adalah dengan menyediakan lahan terbuka untuk tempat parkir saat ada kegiatan olahraga.

Terlebih di kawasan GBT tersebut juga ada banyak lahan aset Pemkot Surabaya yang belum dimanfaatkan.

Kepala Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah, Maria Theresia Ekawati Rahayu mengatakan, untuk kebutuhan tempat parkir sebagai sarana pendukung GBT, ada aset pemkot yang disiapkan untuk lahan parkir.

“Ada aset pemkot tetapi sebagian besar peruntukkannya untuk ruang terbuka hijau (RTH). Jadi, bisanya diurug dengan tanah kemudian ditanami pohon agar lebih teduh. Tetapi tidak bisa dikeraskan atau dicor,” jelas wanita yang akrab disapa Yayuk ini.

Menurut Yayuk, dari RTH tersebut, tidak semua yang akan disiapkan untuk lahan parkir. Tetapi yang lokasinya berdekatan dengan GBT.

“Dan ada tahapannya. Kami akan survei dengan Dispora, camat dan lurah terkait lokasi mana yang digunakan, baru kemudian kami urug,” jelas mantan Kabag Hukum Pemkot Surabaya ini.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved