Sabtu, 18 April 2026

Profil

Oktavia Indah Permatasari Bikin Genk Bernama 'Generasi Micin', Ini Alasannya

Oktavia Indah Permatasari terang-terangan mengaku dirinya adalah anggota genk bernama 'Generasi Micin'

Penulis: Achmad Pramudito | Editor: Titis Jati Permata
surya/istimewa
Oktavia Indah Permatasari 

SURYA.co.id | SURABAYA - Gadis belia bernama Oktavia Indah Permatasari terang-terangan mengaku dirinya adalah anggota genk.

Tetapi, genk yang diikuti anak pertama dari dua bersaudara ini bukan genk motor atau macam genk liar yang bikin resah masyarakat.

Genk yang diberi nama ‘Generasi Micin’ ini anggotanya 13 orang.

Selain gadis yang akrab disapa dengan nama Oktav ini, anggota ‘Generasi Micin’ adalah Daffa, Winda, Adam, Arthur, Wanda, Bryan, Mario, Noval, Ella, Imel, Rizky, dan Yuan.

“Mereka adalah sahabat saya sejak SMP,” kata murid kelas 11 SMKN 4 Surabaya Jurusan Usaha Perjalanan Wisata ini.

Menurut Oktav, kelompok tersebut sengaja diberi nama ‘Generasi Micin’, sebab mereka selalu ceria dan tak pernah sedih.

“Perilaku kami seperti orang kebanyakan micin (MSG). Hehe, ya gitu sukanya ketawa padahal nggak ada yang lucu sebenarnya. Pokoknya kami klub yang anti sedih,” tegasnya.

Bersama teman-teman ini pula Oktav selalu menghabiskan waktu di saat pergantian tahun.

“Kalau ramai-ramai tiup terompet sih jarang banget ya. Soalnya saya orangnya tidak suka kebisingan. Pastinya yang saya lakukan paling sering ya bakar-bakaran, main petasan, atau sekadar nongkrong sama teman-teman,” ungkap gadis kelahiran Surabaya, 21 Oktober 2001 ini.

Oktav mengaku jarang menikmati pergantian tahun bersama keluarga besarnya.

“Kayaknya lebih seru bareng teman ya,” celetuknya sambil tertawa.

Bagi Oktav, tak perlu tempat mewah untuk menghabiskan waktu di akhir tahun ini.

“Yang terpenting bisa menikmati tempat itu dan memanfaatkan waktunya bersama teman-teman. Kami seringnya bakar jagung atau bakar sate. Kami urunan buat beli jagung atau daging, dan keperluan bakar-bakaran itu,” imbuhnya.

Disinggung soal makna pergantian tahun, Oktav menandaskan saat-saat seperti itu yang terpenting bukan kemeriahan dan keseruan pestanya.

“Momen itu penting buat memahami dan menyadari sepenuhnya diri ini harus berubah jadi lebih baik,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Oktav, ujian dan masalah yang dihadapi setahun silam harus bisa dijadikan pelajaran dalam hidup.

“Yang buruk tentu jangan sampai terulang setahun ke depan. Juga kita harus menjadi orang yang bermanfaat buat orang lain di tahun selanjutnya,” begitu Oktav membeber resolusinya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved