Sambang Kampung Putat

Bangkit dari Dampak Penutupan Lokalisasi, Warga Getol Tawarkan Wisata UKM Kampung Tempe

Banyak kampung di sekitar gang Dolly di Kelurahan Putat yang juga ingin tetap bergeliat menjadi kampung wisata dengan andalan produk UKM.

Bangkit dari Dampak Penutupan Lokalisasi, Warga Getol Tawarkan Wisata UKM Kampung Tempe
surya/ahmad zaimul haq
KAMPUNG TEMPE - Jarwo Susanto menunjukkan produknya nugget tempe rasa ayam dan kedelai goreng yang merupakan ivoasi produk utama tempe dengan brand Tempe Bang Jarwo di rumahnya di Gg Tembusan Jalan Putat Jaya Timur RT 5 RW 10, Rabu (27/12/2017). 

Sambang Kampung Putat

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Penutupan lokalisasi Jarak dan Dolly memang sudah lewat beberapa tahun lalu. Kini kampung tersebut tengah berusaha mengubah image menjadi kampung wisata UKM.

Selain di gang Dolly sendiri, kini cukup banyak kampung di sekitar gang Dolly di Kelurahan Putat yang juga ingin tetap bergeliat menjadi kampung wisata dengan andalan produk UKM warga terdampak.

Salah satunya yang baru adalah Kampung Tempe. Kampung yang ada di Gg Tembusan Jalan Putat Jaya Timur RT 5 RW 10 Kelurahan Putat Kecamatan Sawahan kini baru selesai bersolek. Kampung
yang dulunya hanya kampung rapat biasa dan kurang tertata kini sudah berubah dengan kampung warna-warni yang mengandalkan branding UKM Tempe Bang Jarwo yang ada di gang mereka.

"Kalau usaha tempe Bang Jarwo kan sudah lama sejak penutupan lokalisasi. Namun untuk kampung ini baru tiga minggu selesai digarap," ucap Jarwo Susanto, pengusaha tempe merk Bang Jarwo, Rabu (27/12/2017).

Saat awal mula menggagas kampung Tempe dengan cat aneka warna ini, ia mengaku terinsipirasi dengan banyak kampung di Dolly dan Jarak yang sudah bermetamorfosa menjadi kampung mural.

Sebut saja kampung mural UKM Orumi, kampung Dolly Saiki dan kampung yang lain. Lantaran ingin kampungnya ingin juga ramai dikunjungi wisatawan, akhirnya warga pun kompak ingin berubah dan menata kampung.

"Kami mengajukan bantuan ke pengusaha cat, kami lalu dibantu. Warga pun langsung antusias, gotong royong mempercantik kampung. Mengecat dan memberi ornamen mural," ucap Jarwo.

Benar sana, kini di RW 10 sudah ada dua RT yang sudah rampung diubah wajahnya. Jalanan kampung yang dulunya paving polos kini sudah berhias warna warni dan menjadi petak-petak seperti board game untuk anak-anak.

Ada petak permainan tradisional dakon, engkle, dan juga permainan yang lain. Saat Surya menyambangi kampung ini, anak-anak tengah asyik memanfaatkan petak permainan tersebut untul bermain dengan bergantian.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved