Sambang Kampung Putat

Bang Jarwo Kembangkan Variasi Tempe Dolly, Lestarikan Budaya Konsumsi Makanan Tradisional

Sejak Pemerintah Kota Surabaya menutup kegiatan prostitusi di Dolly dan Jarak di tahun 2014.

Bang Jarwo Kembangkan Variasi Tempe Dolly, Lestarikan Budaya Konsumsi Makanan Tradisional
surya/ahmad zaimul haq
KAMPUNG TEMPE - Jarwo Susanto saat memproduksi tempe dengan brand Tempe Bang Jarwo di rumahnya di Gg Tembusan Jalan Putat Jaya Timur RT 5 RW 10, Rabu (27/12/2017). 

Salah satunya adalah nugget tempe. Nugget ini ia pilih untuk lantaran bisa tahan lebih lama. "Kalau tempe biasa, hanya bertahan maksimal empat hari. Kalau nugget tempe bisa bertahan lebih lama, sampai tiga minggu, dengan tetap mendapatkan rasa tempe dan gizi yang sama," kata Jarwo.

Membuat inovasi produk nugget tempe ini juga bukan hal yang tiba-tiba. Menurut Jarwo, nugget ia produksi sehari sebanyak 40 pcs ini tak lain adalah dukungan dari warga sekitar yang bekerja di tempatnya.

"Warga sini sudah pandai bikin nugget, nah dari sana saya lalu beride kenapa tidak bikin nugget tempe saja, lebih tahan lama dan agar bisa disukai anak-anak juga," katanya.

Gizi nugget ini juga lebih tinggi sebab juga dibuat dari campuran daging ayam dan juga teoung terigu, telur dan juga tepung roti.

Selain membuat untul produksi sehari-hari, nugget tempe ini juga dibuat berdasarkan pemesanan online melalui market online di media sosial.

Tak hanya nugget, diversifikasi produk tempe yang digagas Jarwo juga beragam. Ia juga membuat kacang goreng kedelai, dan juga mendol tempe.

"Saya lakukan inovasi agar tempe bisa menyasar pasar segala usia. Selain itu juga agar tidak bosan," katanya.

Dengan aneka produksi tempe milik Jarwo ini, kini kampung RT 5 RW 10 bahkan mulai membranding diri sebagai Kampung Tempe. Kampung mereka bahkan dihias khusus agar bisa menarik wisawatan sekaligus menguatkan identitas sebagai kampung tempe.

Kini dengan berjualan tempe, omset penjualan UKM nya terbilang tinggi. Dalam sebulan keuntungannya sudah mencapai Rp 8 juta.

Memang nilainya tidak sebanyak penghasilannya saat masih berjualan kopi di Gang Dolly. Namun pekerjaannya saat ini lebih menenangkan.

Halaman
123
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved