Sambang Kampung Putat

Bang Jarwo Kembangkan Variasi Tempe Dolly, Lestarikan Budaya Konsumsi Makanan Tradisional

Sejak Pemerintah Kota Surabaya menutup kegiatan prostitusi di Dolly dan Jarak di tahun 2014.

Bang Jarwo Kembangkan Variasi Tempe Dolly, Lestarikan Budaya Konsumsi Makanan Tradisional
surya/ahmad zaimul haq
KAMPUNG TEMPE - Jarwo Susanto saat memproduksi tempe dengan brand Tempe Bang Jarwo di rumahnya di Gg Tembusan Jalan Putat Jaya Timur RT 5 RW 10, Rabu (27/12/2017). 

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Sejak Pemerintah Kota Surabaya menutup kegiatan prostitusi di Dolly dan Jarak di tahun 2014, kampung di Kelurahan Putat Kecamatan Sawahan menjadi warga yang paling terdampak.

Mereka yang sehari-harinya bergantung dari geliat dunia prostitusi di Dolly dan Jarak praktis tidak memiliki sumber pemasukan untuk membuat dapur mereka mengepul.

Tak terkecuali Jarwo Susanto. Sejak lulus SMA, pria yang kini berusia 35 tahun itu biasa berjualan kopi di gang Dolly. Dalam semalam, menjajakan kopi di sana, ia bisa menghasilkan uang Rp 800 ribu.

Namun begitu Pemkot menutup Dolly dan Jarak, ia kehilangan mata pencaharian utama yang sudah ia geluti lebih dari 10 tahun itu.

"Sedangkan kami, warga terdampak tidak diberikan kompensasi uang. Dari sanalah saya lalu memutar otak bagaimana agar bisa tetap menghasilkan uang, akhirnya saya mulai membuat tempe," kata Jarwo yang merupakan warga asli RT 5, RW 10, Gg Tembusan Jalan Putat Jaya Timur.

Berawal dari bekal keterampilan memproduksi tempe dari sang kakak, ia akhirnya mampu mandiri membuat produksi tempe dari rumah kecilnya.

Tempe berukuran bujur sangkar itu ia buat telaten dengan tanannya sendiri. Kini, usaha produksi tempe dengan merk dagang Tempe Bang Jarwo itu juga ia geluti selama tiga tahun.

"Alhamdulillah sekarang masih terus berjalan, dan terus berkembang. Dari awal yang hanya produksi seratus tempe saja sehari, kini sudah sampai 400 tempe sehari," ucapnya.

Ia juga menggandeng tiga orang warga sekitar rumahnya untuk bisa membantu usahanya. Khususnya dalam hal produksi. Sedangkan untuk distribusi dan berjualan Jarwo sendiri yang berkeliling kampung dan juga menjual via online. Melalui facebook dan instagram.

Kini, produksi Tempe Bang Jarwo bukan hanya tempe konvensional. Lajang satu ini juga melakukan inovasi membuat diversifikasi produk olahan tempe.

Halaman
123
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved