Senin, 13 April 2026

Berita Surabaya

Perayaan Tahun Baru Rawan Kecelakaan, ini yang Disiapkan RSUD dr Soetomo

Menjelang libur Natal dan tahun baru, RSUD Dr Soetomo menyiagakan 285 tenaga "on call".

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Musahadah
surya/sulvi sofiana
Situasi IGD RSUD Dr soetomo yang akan diaiagakan selama liburan natal 2017 dan tahun baru 2018, Jumat (22/12/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Menjelang libur Natal dan tahun baru, RSUD Dr Soetomo menyiagakan 285 tenaga "on call".

Wakil Direktur Pelayanan Medis dan Keperawatan RSUD Dr Soetomo, Dr dr Joni Wahyuhadi SpBS (K) merinci 285 tenaga "on call" itu terdiri dari 41 tenaga manajemen, 198 tenaga pelayanan, dan 46 tenaga penunjang.

"Alat penunjang seperti obat dan alat kesehatan sudah disiapkan cukup. Saat Natal dan Tahun baru ada enam kamar operasi di UGD, 95 ruang rawat inap di UGD dan ambulance yang siaga 24 jam. Di luar ruangan juga ada di antaranya diagnosis radiologi dan laboratorium," ujarnya dalam konferensi pers kesiagaan RSUD Dr Soetomo selama Natal 2017 dan tahun baru 2018, Jumat (22/12/2017).

Kesiagaan ini juga meliputi operasional IGD 24 jam, 2 kamar operasi dan rawat inap yang berjalan seperti biasanya.

Dia menambahkan, pada saat perayaan tahun baru biasanya seperti Car Free Night. Untuk itu pihaknya fokus memperhatikan pasien kasus kecelakaan lalu lintas.

"Sarana yang berkaitan dengan laka sudah disiapkan. Dokter yang berkaitan dengan itu juga akan diintesifkan. Dari direksi siap sedia. Setiap direksi harus ada sesuai dengan jadwal masing-masing," ujarnya

Menurutnya, saat Natal dan malam pergantian tahun, pasien paling banyak datang di rumah sakit itu justru penyakit-penyakit yang tidak emergency seperti gangguan pencernaan dan gangguan saluran nafas.

Hal itu menurutnya, karena banyak pusat layanan yang tutup.

"Harusnya yang dirujuk dan datang harus diatur. Yang berat saja harusnya. Penyakit panas mual harusnya cukup di puskesmas dan rumah sakit kecil. Nyatanya justru penyakit kecil yang banyak di Soetomo," tuturnya.

Namun hal seperti itu saat ini sudah berkurang. Pasien di UGD RSUD Dr Soetomo cenderung menurun dan menandakan semakin bagusnya sistem rujukan.

"Trennya mulai tahun 2013 sampai 2017 cenderung menurun di UGD. Itu berarti rujukan sudah mulai baik. Kami berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota tentang apa yang perlu dipersiapkan terutama hal yang terburuk," ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved