Berita Surabaya

Begini Cara Unik Emil Dardak Sapa Ibunya di Peringatan Hari Ibu

Bupati Trenggalek, Emil Elestianto Dardak memiliki cara unik untuk mengapresiasi sang ibu, Sri Widayanti di Peringatan Hari Ibu.

Begini Cara Unik Emil Dardak Sapa Ibunya di Peringatan Hari Ibu
surya/bobby constantine koloway
Bupati Trenggalek, Emil Elestianto Dardak, bersama sang istri, Arumi Bachsin, saat berada di Surabaya beberapa waktu lalu. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Bupati Trenggalek, Emil Elestianto Dardak memiliki cara unik untuk mengapresiasi sang ibu, Sri Widayanti, di peringatan Hari Ibu.

Pria 33 tahun ini terbiasa merangkai kata yang kemudian ia kirimkan melalui aplikasi layanan pesan.

"Terkadang, untuk menyampaikan kata-kata yang bagus secara lisan, terutama kepada ibu itu kan terbatas. Sekarang sudah ada fasilitas untuk mengekspresikan melalui teks. Ini jauh lebih artistik," ujar Emil ketika ditemui di Surabaya, Jumat (27/12/2017).

Uniknya, pesan tersebut tak ia kirimkan secara pribadi kepada sang ibunda, melainkan ia posting di sebuah grup apilkasi WhatsApp.

"Jadi, saya sengaja mengirimnya di WhatsApp Grup bukan WhatsApp pribadi. Hal ini untuk menunjukkan bahwa kita bangga memiliki seorang ibu dengan mengekspresikan di depan banyak orang," lanjut suami artis Arumi Bachsin ini.

Kesuksesannya selama ini, menurtu Emil, tak lepas dari kerja keras kedua orang tuanya. Terutama, sang ibu.

"Ibu saya selalu mendukung saya. Meskipun saya ini sebagai pria yang independen sudah dewasa dan harus memilih pilihannya sendiri, namun Ibu saya selalu memberikan koridor," kata Emil.

"Ibu saya selalu berpesan untuk bertindak sesuai dengan hati nurani. Jangan sampai mengkhianati prinsip dan hati nurani kita. Harus selalu berdoa dan selalu didoakan oleh beliau," lanjut putra dari mantan Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Hermanto Dardak ini.

Di singgung soal karakter sang ibu yang paling berkesan, Emil menyebut sang ibu sangat fokus dalam hal pendidikan.

Hal ini pula yang membuatnya sukses mengambil beasiswa di Universitas New South Wales, Australia dan Ritsumeikan Asia Pacific University, Jepang.

"Ibu saya adalah figur yang selalu memberikan atensi lebih kepada pendidikan. Beliau menjadi motivator saya dalam pendidikan. Berkat beliau pula, saya akhirnya mengambil beasiswa ke luar negeri," ujar mantan World Bank Officer untuk Jakarta ini.

Oleh karena, melalui peringatan Hari Ibu, ia ingin kembali menggelorakan kembali ke seluruh penjuru tanah air makna dari seorang ibu.

"Di dalam segala aspek kehidupan kita, baik itu dari personal, bangsa, maupun negara kita tidak mungkin dapat dilepaskan oleh peran ibu," ujar pria yang juga mencalonkan diri sebagai wakil Gubernur Jatim ini.

"Momentum peringatan Hari Ibu ini kita gunakan untuk meneguhkan komitmen-komitmen dalam memberikan apresiasi kepada para ibu," ulasnya. 

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved