Berita Surabaya

Mahasiswa UK Petra Tampilkan Fashion Show di Kawasan Eks Lokalisasi Dolly

Mahasiswi UK Petra menggelar fashion show di kawasan eks lokalisasi Dolly dengan memanfaatkan produk-produk buatan UMKM setempat. Ini tujuannya...

Mahasiswa UK Petra Tampilkan Fashion Show di Kawasan Eks Lokalisasi Dolly
surabaya.tribunnews.com/habibur rohman
Mahasiswa UK Petra memperagakan berbagai desain busana batik pada "Dolly Saiki "di Putat Jaya Lebar Surabaya, Kamis (21/12/2017). Selain peragaan batik hasil Karya UKM Dolly, juga digelar Bazaar UKM Dolly, juga penampilan lukisan semprot karya seniman Dolly, Sugeng. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Memperingati Hari Ibu, UMKM di kawasan eks lokalisasi Dolly menampilkan berbagai produknya dalam ajang Dolly Saiki Point yang bertajuk “Terima kasih Bunda Semangatmu adalah Inspirasi dan Motivasi Kami”.

Ajang itu digelar mahasiswa Desain Komunikasi Visual Universitas Kristen (UK) Petra.

Gracia Asterina, mahasiswa Desain Komunikasi Visual UK Petra menyebutkan, ajang tersebut digelar untuk membuat tugas akhir membuat produk fashion fotografi yang dinamakan Dollymorphosa. 

Konsep Tugas akhir itulah  yang kemudian dia kembangkan menjadi perhelatan fashion show guna mempromosikan produk batik dari hasil UMKM Rumah Batik Dolly.

“Saya menggandeng 2 fashion stylist dari adik tingkat untuk membantu fotografi dan fashion show ini. Jadi kami menampilkan fashion show dengan 6 mahasiswa sebagai model.  Mereka akan mengenakan 12 baju dari bahan batik dan sepatu UKM di dolly. 6 baju diantaranya merupakan baju yang ada di didesain untuk fotografi TA saya,”urainya di sela pembukaan acara di Jalan Putat Jaya Lebar B-31, Surabaya ini.

Gracia mengungkapkan, dirinya tertarik mempromosikan tiga UKM dari Rumah Batik Dolly ini pada masyarakat luar. Sebab kualitasnya sangat baik namun promosinya kurang menarik.

“Saya memilih jalur promosi ke dalam tampilan visual Fashion fotografi yang fresh dan fashionable dengan menyasar kalangan anak muda,”urai Gracia.

Untuk menyelesaikan proyek fotografi dengan latar masyarakat di kawasan eks lokalisasi ini, Gracia harus memberi pengertian pada para model untuk bisa membaur dengan masyarakat. Apalagi pengambilan gambar berada di lingkungan warga yang notabene cikup jarang melihat fotografi dengan style busana para model.

“Untungnya para pembatik menemani dan membantu saya untuk.pengambilan gambar,”urainya.

Stylist fashion show, Rizki Ramadityo (22), antusias saat digandeng Gracia untuk mendesain busana untuk fashion show. Apalagi ia ingin mengangkat nilai jual dolly menjadi hal yang positif .

“Motif batik Dolly ini unik dengan adanya motif daun jarak dan.warna cerah khas Surabaya. Batik ini saya buat looknya internasional, bukan hanya jadi jarik atau dress. Tapi saya buat outer,celana, cardigan, syal tanpa dijahit. Apalagi sekarang campaign zero waste,”pungkas pria yang juga mahasiswa semester 7 DKV UK Petra ini

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved