Senin, 13 April 2026

Berita Surabaya

VIDEO - Seniman Surabaya Saling Umpat saat Hearing di Dewan, Pemicunya Hal Ini. . .

Gak patut ditiru! Seniman Surabaya saling umpat saat hearing di DPRD Surabaya. Ternyata pemicunya ini...

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Titis Jati Permata

SURYA.co.id | SURABAYA - Pembangunan gedung baru DPRD Kota Surabaya setinggi tujuh lantai dan satu masjid masih menimbulkan polemik.

Hari ini, Dewan Kesenian Surabaya yang tidak terima lantaran gedung mereka akan tergusur akibat pembangunan gedung DPRD, diundang untuk hearing di Komisi C DPRD Koa Surabaya, Rabu (20/12/2017).

Sayangnya hearing ini berlangsung panas dan ricuh.

Terlebih saat para seniman menyampaikan pendapatan terkait penolakan pembangunan gedung DPRD yang menhorbankan DKS.

"Saya seniman asli Surabaya, saya makan dari kegiatan seni, tapi mana DKS selama ini saya merasa tidak terwadahi oleh DKS," ucap seniman bernama Cak Suro dalam hearing.

Ia mengatakan peran DKS masih kurang bisa merangkul semua seniman di Surabaya.

Ia mencontohkan dirinya sendiri, usai lulus sekolah seni di tahun 1993.

Ia ingin berkesenian di Surabaya, namun tidak ada wadah yang bisa menampung dirinya.

"Akhirnya saya ke Jogja lagi, lalu juga ke Jakarta. Di mana ruang seni untuk para seniman di Surabaya. Justru biasanya kami sering tampil di Taman Bungkul," katanya.

Oleh sebab itu jika nantinya gedung DKS dipertahankan di Balai Pemuda, ia ingin agar DKS bisa merangkul semua seniman untuk berkarya.

Kericuhan antara seniman, DKS, KBRS dan elemen budayawan di Komisi C DPRD Kota Surabaya, Rabu (20/12/2017).
Kericuhan antara seniman, DKS, KBRS dan elemen budayawan di Komisi C DPRD Kota Surabaya, Rabu (20/12/2017). (surya/fatimatuz zahroh)

Hal tersebut membuat kericuhan di antara undangan peserta hearing yang memang berasal dari berbagai macam elemen organisasi dan komunitas seniman.

Anggota dan pengurus DKS yang merasa tidak terima dengan pernyataan Cak Suro menjadi gaduh.
Saling mengumpat dan berkata kasar antara DKS dan seniman lain membuat rapat semakin tidak kondusif.

"Sudah dikeluarkan saja peserta rapat yang namanya tidak ada dalam undangan," tegas Camelia Habibah saat hearing.

Kericuhan antara seniman, DKS, KBRS dan elemen budayawan di Komisi C DPRD Kota Surabaya, Rabu (20/12/2017).
Kericuhan antara seniman, DKS, KBRS dan elemen budayawan di Komisi C DPRD Kota Surabaya, Rabu (20/12/2017). (surya/fatimatuz zahroh)

Ketua Komisi C Syaifuddin Zuhri sebagai pemimpin rapat pun sempat mengusir beberapa orang peserta yang dianggap membuat ricuh.

"Saya pemimpin rapat di sini. Kami di sini untuk mencari solusi lewat diskusi, tolong pamdal dikeluarkan saja yang tidak bisa diatur," tegas Syaifuddin.

Sementara itu, Ketua DKS Chrisman Hadi meminta agar pimpinan rapat tegas dalam mengatur jalannya hearing.

"Tolong pimpinan rapat tegas. Ketika ada penyampaian yang provokatif agar dikontrol," katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved