Breaking News:

Persona

Nurul Widi Astuti, Belajar Analis Kesehatan Demi Adik

Meski punya mimpi bekerja sebagai analis kimia di laboratorium pabrik, gadis ini akhirnya memilih jadi analis kesehatan demi sang adik.

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Eben Haezer Panca
ist
Nurul Widi Astuti 

SURYA.co.id | SURABAYA - Memiliki ketakutan pada jarum suntik bukan menjadi halangan bagi Nurul Widi Astutik (24) untuk menjadi analis kesehatan. Gadis kelahiran Surabaya, 21 Mei 1993 ini bertekad untuk memasuki dunia kesehatan setelah adiknya harus rutin melakukan cek darah.

"Awalnya waktu milih jurusan kuliah itu pengennya alias lebih suka kerja di laboratorium pabrik dengan belajar analis kimia. Tetapi karena adik saya ada yang sakit ginjal dan harus ngelab buat kontrol, akhirnya saya milih analis kesehatan,"ungkap wanita yang menjadi staff analis labolatorium kesehatan ini.

Baginya, mempelajari analis kesehatan memberinya peluang memahami pemeriksaan kesehatan untuk adiknya. Ia juga masih bisa bekerja di pabrik ataupun bisa di instalasi kesehatan seperti rumah sakit atau laboratorium seperti tempatnya sekarang bekerja.

"Untuk pelajarannya memang sulit dibandingkan analisis kimia. Karena ada teori dan praktek pada manusia juga, Apalagi kalau takut jarum,"urainya.

Dengan bekerja sebagai analis kesehatan, ia sekarang bisa mengerti prosedur kesehatan untuk pemeriksaan rutin adiknya. Ia juga mengetahui banyak hal tentang kondisi adiknya dan perawatannya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved