Minggu, 19 April 2026

Berita Pasuruan

Tak Kunjung Ada Solusi, Warga Kedungboto Pasuruan Kembali Kebanjiran

Seperti tahun-tahun sebelumnya, musim penghujan kali ini menyebabkan warga di Desa Kedungboto, Beji, Pasuruan, kebanjiran.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Eben Haezer Panca
surabaya.tribunnews.com/galih lintartika
Salah satu rumah di Desa Kedungboto, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan yang terendam banjir, Senin (18/12/2017). 

SURYA.co.id | PASURUAN - Banjir kembali merendam pemukiman penduduk dan area sawah di Desa Kedungboto, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Senin (18/12/2017).

Dari data yang didapatkan Surya, banjir kali ini merendam 685 rumah penduduk dan 74 hektar area persawahan.

Banjir di Kedungboto ini memang sudah menjadi rutinan bagi warga setempat. Hampir setiap hujan deras, rumah di sini terendam banjir. Bahkan, anehnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) terkesan membiarkan hal ini dan menganggap ini menjadi bencana biasa.

Padahal, banyak warga yang mengeluhkan kondisi ini. Masyarakat sudah jenuh merasakan kebanjiran setiap tahunnya. Bahkan, masyarakat pun enggan membersihkan rumahnya dari banjir.

“Yang jelas, setiap musim hujan, kami selalu kebanjiran. Kondisi ini sangat jelas mengganggu kami. Kami kesulitan untuk beraktivitas,” kata Inamah (40).

Ia menceritakan, rumahnya ini sudah terendam sejak lima hari yang lalu. Kata dia, ketinggian air memang sudah berangsur – angsur surut. Dari yang awalnya, 70 sentimeter, sudah menjadi 30 sentimeter.

“Setiap tahun, saya sudah merenovasi rumah saya. Sudah saya tinggikan, tapi tetap saja kebanjiran. Saya heran, kenapa tidak ada kerja nyata atau minimal upaya nyata untuk menyelesaikan persoalan banjir ini,” papar dia.

Selain mengganggu aktivitas, ia mengakui bahwa banjir ini membuatnya mengalami kerugian. Semua perabotan rumahnya pasti terendam banjir. Bahkan, setiap tahun, ia selalu mengganti beberapa perabotan rumahnya yang rusak paska terendam banjir.

“Itu perabotan rumah, belum kerugian dalam kesehatan. Saya sering merasakan gatal – gatal saat banjir. Air di sini sangat sulit. Tidak ada air bersih sama sekali ini. Saya inginkan Pemerintah untuk melakukan pembenahan di sungai-sungai di wilayah Kedungboto, supaya tiap tahun tidak mengalami kebanjiran," terangnya.

Terpisah, Anggota DPR RI Dapil Pasuruan EvI Zainal Abidin saat dikonfirmasi Surya mengatakan, seharusnya Pemkab Pasuruan itu segera turun tangan mengatasi permasalahan banjir ini.Kata dia, banjir itu tidak selesai dengan diberi bantuan pakaian, dan nasi bungkus.

“Harus ada upaya konkret dari pemerintah. Kasihan, kalau masyarakat harus mendapatkan kenyataan pahit yakni kebanjiran yang menjadi sebuah rutinitas,” katanya.

Dia menerangkan, apa sih permasalahannya Pemkab Pasuruan. Banjir di Kedungboto sudah terjadi selama bertahun – tahun, tapi hingga saat ini permasalahan itu belum terselesaikan. Bahkan, menjadi beban bagi masyarakat di sini.

“Kalau kekurangan anggaran disampaikan saja. Toh, sekarang ada dana pinjaman dari BUMN dengan jumlah yang besar. Anggaran bukan menjadi alasan pemerintah untuk tidak segera melakukan tindakan. Minimal ada niatan, urusan anggaran bisa dibicarakan dan dicarikan jalan keluarnya,” pungkas dia. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved