Berita Ekonomi Bisnis

BFI Bidik UMKM untuk Pembiayaan Multiguna pada 2018

Kinerja lembaga pembiayaan PT BFI Finance mengalami pertumbuhan besar secara nasional pada 2017.

BFI Bidik UMKM untuk Pembiayaan Multiguna pada 2018
surya/sri wahyunik
Nana Indrayana (tengah) Manager BFI Finance Area 7B (Sidoarjo) disela kegiatan customer gathering di Sidoarjo. 

SURYA.co.id |SURABAYA - Kinerja lembaga pembiayaan PT BFI Finance mengalami pertumbuhan besar secara nasional pada 2017. Hingga akhir September kemarin, pertumbuhannya mencapai 35 persen.

"Hal itu sama dengan pertumbuhan kinerja di area Sidoarjo, yang wilayah kerjanya mencakup, Sidoarjo, Malang, dan daerah tapal kuda Jawa Timur bagian Timur," jelas Nana Indrayana, Manager Area 7B (Sidoarjo), disela kegiatan customer gathering di Juanda, Sidoarjo, Sabtu (16/12/2017) malam.

Nana menambahkan, pertumbuhan kinerja yang cukup besar di tengah pertumbuhan industri pembiayaan melemah, terdongkrak produk pembiayaan multiguna.

Pembiayaan ini merupakan pembiayaan dengan agunan Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) baik motor maupun mobil, dan Sertifikat Hak Milik (SHM) tanah.

Pembiayaan multiguna melalui BFI, ada yang dimanfaatkan untuk kredit konsumtif, misalnya, pembiayaan pembelian kendaraan bermotor, maupun kredit produktif atau modal usaha.

Apalagi di BFI ada jaringan pembiayaan untuk alat-alat mesin industri atau pabrik.

"Kredit multiguna ini komposisinya sekitar 60 persen sampai 70 persen, dibandingkan dengan kredit pembiayaan kendaraan bermotor mobil," ungkap Nana.

Nana menyebutkan, di wilayah kerjanya hingga akhir November 2017, pihaknya sudah mengeluarkan dana pembiayaan hingga Rp 500 miliar.

Jumlah itu belum 100 persen dari target yang ditetapkan yaitu Rp 600 miliar hingga akhir tahun 2017.

"Dalam satu bulan terakhir tahun 2017 ini, kami agresif untuk penetrasi ke pasar. Salah satunya lewat customer gathering ini untuk mendapatkan nasabah RO (Repeat Order). Terutama untuk kredit produktif," lanjut Nana.

Nasabah RO untuk pembiayaan produktif ini diharapakan berasal dari pelaku usaha kecil dan menengah (UKM). Nasabah dari UKM biasanya mulai dari kecil kemudian mengajukan pembiayaan untuk meningkatkan usahanya ke tingkat menengah. Inilah yang berpotensi sebagai nasabah RO.

Ditargetkan dari 20.000 nasabah di BFI Area Sidoarjo, sekitar 60 persen menjadi nasabah RO.

"Tahun 2018, kami optimis akan mampu kembali meningkatkan kinerja pertumbuhan pembiayaan melalui kredit multiguna ini. Terutama nasabah dari segmen UMKM," tandas Nana.

Hingga akhir September 2017, BFI Finance secara nasional telah menyalurkan pembiayaan baru senilai Rp 10,25 triliun atau tumbuh 34 persen dibandingkan periode yang sama di 2016. .

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved