200 Siswa SD di Surabaya Terima Bibit Tanaman Langka dari Program Intiland Teduh

Program Intiland Teduh melakukan aksi kampanye peduli lingkungan sehat kepada siswa SDN Kenjeran dengan membagikan 200 bibit tanaman gratis.

200 Siswa SD di Surabaya Terima Bibit Tanaman Langka dari Program Intiland Teduh
ist
Kegiatan penyerahan 200 bibit tanaman langka kepada 200 pelajar SD di kawasan Kenjeran, Surabaya, dari Intiland Development Tbk lewat program Intiland Teduh, Minggu (17/12/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - PT Intiland Development Tbk melalui Program Intiland Teduh melakukan aksi kampanye peduli lingkungan sehat kepada siswa SDN Kenjeran, Bulak, Surabaya dengan membagi - bagikan 200 bibit tanaman gratis.

Head of Corporate Human Capital PT Intiland Grande, anak usaha PT Intiland Development Tbk, Anita Dwi Kurnia mengatakan bahwa kegiatan pohon sekolah ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial ( Corporate Social Resnponsibilty-CSR) terhadap lingkungan sekolah.

"Pohon sekolah adalah program dimana kita mau mengajak anak - anak bangku sekolah dasar (SD) peduli dengan lingkungan sekitar sekolah atau bisa jadi agen lingkungan di rumah dan temannya," kata Anita Dwi Kurnia, dalam rilis yang dikirimkan, Minggu (17/12/2017).

Sebelumnya, pihaknya juga sudah mengadakan acara workshop lingkungan di dua sekolah dasar, yakni SDN Wiyung dan SD Madrasah di daerah Lontar.

"Sebelumnya, kami juga ada workshop di dua sekolah dasar. Yakni SDN Wiyung dan SD Madrasah di Lontar,"ujarnya.

Pada kesempatan itu, Intiland membagikan 200 bibit tanaman untuk ditanam di lingkungan sekolah dan untuk di bawa pulang ke rumah untuk ditanam. Menariknya, semua tanaman tersebut mempunyai nama sesuai dengan nama jalan - jalan atau kampung di Surabaya.

"Contohnya pohon Nyamplungan atau pohon Putat. Dan itu secara tidak langsung mengedukasi mereka (siswa SD),"ujar Anita.

Dia sendiri mengaku baru kali ini tahu kalau ada tanaman seperti nama jalan - jalan atau kampung di kota Pahlawan ini. Seperti yang barusan diserahkan adalah jenis pohon Nyamplungan. Menurut orang Surabaya, Nyamplungan menjadi ikon kampung di Surabaya.

"Ternyata, Nyamplungan itu salah satu kampung ikon Surabaya,"ucap Anita.

Karena ini program yang pertama kali dan sangat bagus muatan edukasinya, semoga ke depan program ini bisa digulirkan lagi Intiland dengan peserta siswa SD lebih banyak lagi oleh

"Ini program pertama bagi kita. Semoga tahun depan siswa SD yang dirangkulnya makin banyak,"imbau Anita.

Dengan program Intiland teduh di Surabaya ini , lanjut Anita, pihaknya mengharapkan masyarakat lebih peduli akan kebersihan lingkungan agar lebih asri dan teduh. Karena lingkungan sehat, asri dan teduh bukan lagi tanggung jawab pemerintah kota Surabaya atau bu Risma, melainkan seluruh masyarakat. 

"Lingkungan sehat, asri dan teduh bukan lagi tanggung jawab pemerintah Kota Surabaya, juga kita sebagai warga negara Indonesia,"pungkas Anita.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved