Berita Surabaya

Soal Masjid As Sakinah, Pemkot Surabaya Dapat Dukungan GP Ansor dan Pemuda Muhammadiyah

Pemkot Surabaya kembali mendapat dukungan dari GP Ansor dan Pemuda Muhammadiyah, untuk membangun kembali masjid As Sakinah di komplek Balai Pemuda.

Soal Masjid As Sakinah, Pemkot Surabaya Dapat Dukungan GP Ansor dan Pemuda Muhammadiyah
surabaya.tribunnews.com/fatimatuz zahroh
Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya, Eri Cahyadi (kedua dari kiri), didampingi oleh Sekretaris MUI Jatim Ainul Yakin saat jumpa pers di Kantor Bagian Humas Pemkot Surabaya, Senin (11/12/2017). 

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Usai mendapatkan dukungan dari NU, Muhammadiyah, serta MUI, Pemkot Surabaya kembali mendapat dukungan dari GP Ansor dan Pemuda Muhammadiyah, untuk membangun kembali masjid As Sakinah di komplek Balai Pemuda.

Rencananya, Rabu (20/12/2017), Masjid As Sakinah yang sudah separo dibongkar akan dibongkar secara keseluruhan untuk kemudian dibangun kembali.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan pembongkaran Masjid As Sakinah itu akan diawali dengan pencopotan spanduk dari GP Ansor dan Pemuda Muhammadiyah.

"Rabu pekan depan kita akan bongkar masjidnya untuk kemudian dibangun kembali dengan luasan yang lebih besar," kata Eri, Jumat (15/12/2017).

Pembongkaran masjid tersebut juga akan disertai dengan prosesi doa bersama dan dilanjut dengan peletakan batu pertama untuk pembangunan masjid baru.

Momen tersebut akan disaksikan pula oleh organisasi masyarakat dari NU dan Muhammadiyah dan juga diupayakan dihadiri oleh wali kota Surabaya Tri Rismaharini.

"Sebab sesuai dengan pesan para ulama sebelumnya, ketika ada bangunan baru maka jangan masjid yang dikalahkan, tapi bangunan yang disekitarnya yang harus mengalah," kata Eri.

Masjid As Sakinah yang sudah sempat diruntuhkan separo dan menuai polemik itu dipastikan Eri akan dibangun dengan luasan lebih besar sampai 15 meter kali 24 meter.

Eri mengatakan, pembangunan masjid ini akan memakan luas gedung di sekitarnya. Namun ia memastikan bahwa bangunan di sekitarnya akan tetap ada.

"Nanti kita akan koordinasi dengan Sekwan dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sebab yang sekarang memanfaatkan lahan itu adalah dua lembaga itu," kata Eri.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved