Travel

Wisata Sejarah Candi Simping Blitar, Paling Ramai Dikunjungi Pejabat Jelang Tahun Politik

Tak berlebihan bila Blitar mendapat julukan Bumi Seribu Candi. Ada Candi Simping, di Desa Sumberjati, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar.

Wisata Sejarah Candi Simping Blitar, Paling Ramai Dikunjungi Pejabat Jelang Tahun Politik
surya/samsul hadi
Kondisi pondasi bangunan Candi Simping di Desa Sumberjati, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar. Saat ditemukan pada 1890 bangunan candi sudah tidak utuh lagi hanya tinggal pondasi. 

Sejak ditemukan pada 1890 bangunan candi sudah dalam kondisi rusak.

Bangunan candi yang yang masih utuh tinggal pondasinya saja.

Sisa-sisa reruntuhan bangunan candi ditata rapi menumpuk di sekeliling pondasi.

Satu pohon buah Maja berdiri di pintu masuk areal candi.

“Candi ini dibangun sekitar abad 12, luas bangunannya sekitar 12 meter x 8,5 meter. Bahan bangunan candi dari bata merah dan batu andesit. Candi ini sebagai tempat bersemayamnya abu Raden Wijaya. Saat ditemukan kondisinya sudah rusak,” kata Susilo (51), juru pelihara Candi Simping, pekan lalu.

Kondisi pondasi bangunan Candi Simping di Desa Sumberjati, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar. Saat ditemukan pada 1890 bangunan candi sudah tidak utuh lagi hanya tinggal pondasi.
Kondisi pondasi bangunan Candi Simping di Desa Sumberjati, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar. Saat ditemukan pada 1890 bangunan candi sudah tidak utuh lagi hanya tinggal pondasi. (surya/samsul hadi)

Pengunjung Candi Simping memang tidak seramai Candi Penataran.

Tapi tiap hari selalu ada orang yang datang ke candi.

Rata-rata, tiap bulan, jumlah pengunjung di candi sekitar 300 orang sampai 500 orang.

Kebanyakan, para pengunjung merupakan pelajar dan mahasiswa yang ingin studi sejarah.

“Sisanya pengunjung luar kota yang ingin nyekar di candi,” ujar bapak dua anak itu.

Halaman
1234
Penulis: Samsul Hadi
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved