Berita Mojokerto

Terlibat Pungli, Eks Camat di Mojokerto Kini Jadi Penghuni Lapas

Setelah kena OTT, Mantan camat dan sekretaris camat di Kabupaten Mojokerto resmi menyandang status sebagai tahanan Kejaksaan Negeri.

Terlibat Pungli, Eks Camat di Mojokerto Kini Jadi Penghuni Lapas
surabaya.tribunnews.com/rorry nurwawati
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Khoirul Anam (paling kiri) dan Sekretaris Kecamatan Pungging Trianto Gandhi (ketiga dari kiri) saat digiring ke mobil tahanan, Selasa (12/12). 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Sepuluh bulan setelah terjerat Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh tim Saber Pungli Polres Mojokerto, mantan Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto, serta Sekretaris Kecamatan Pungging, Trianto Gandhi, akhirnya resmi menyandang status tahanan Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto, Selasa (12/12/2017).

Keduanya dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Mojokerto setelah berkas penyidikannya dinyatakan lengkap alias P21. 

Seperti diketahui, keduanya diciduk tim Saber Pungli Polres Mojokerto pada 7 Maret 2017, terkait dugaan pungli pengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan izin gangguan (HO), serta izin perubahan penggunaan tanah senilai Rp 6 juta. 

Saat pemeriksaan, kedua oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto ini tampak lesu di hadapan penyidik.

Bahkan Anam yang merupakan mantan Camat Pungging ini, yang biasa menebar senyum kali ini lebih banyak menutup wajah.

Sementara Gandhi yang menjabat sebagai Sekretaris Kecamatan Pungging lebih terlihat tenang.

"Hari ini kami terima pelimpahan tahap dua perkara dugaan pungli dalam jabatan yang dilakukan oleh dua oknum perangkat di Kecamatan Pungging. Pelimpahan ini diserahkan oleh Satreskrim Polres Mojokerto setelah sepuluh bulan mereka melakukan pemberkasan, dan ada uang Rp 6 juta sebagai barang bukti yang disita," kata Kasi Intelejen Kejari Mojokerto, Oktario Hutapea, Selasa (12/12).

Lamanya pemberkasan hingga memakan berbulan-bulan supaya bisa dinyatakan P21, Oktario pun menjelaskan bahwa semua penanganan perkara yang selalu mendapatkan perhatian adalah pra penuntutan. Dimana penyidik harus benar-benar teliti sehingga layak disidangkan.

"Sedangkan kemarin masih ada yang belum dipenuhi oleh penyidik," jelasnya.

Terpisah, Kuasa Hukum Tersangka Alex Kholil Askohar mengatakan tidak sependapat dengan persepsi penyidik yang menyatakan bahwa kedua tersangka telah mengintimidasi Bagoes warga Desa Lebaksongo, Kecamatan Pungging, untuk merealisasikan izin yang diajukan. Namun Bagoes tidak ditahan oleh penegak hukum

"Dimana letak keadilannya. Ini ada yang memberikan uang tapi yang ditahan justru yang menerima, seharusnya yang dia juga harus ditahan. Jangan hanya Anam dan Gandhi. Kalau untuk penangguhan, nanti kita lihat dulu," katanya saat di Kejari Kabupaten Mojokerto, Selasa (12/12).

Seperti yang diberitakan sebelumnya, mantan Camat Pungging Khoirul Anam fan Sekretaris Kecamatan Pungging Trianto Gandhi terkena OTT Tim Saber Pungli pada 7 Maret 2017 sore.

Dua oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto ini, diduga telah melakukan pungli pengurusan izin senilai Rp 6 juta. 

Penulis: Rorry Nurwawati
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved