Berita Surabaya

Pria ini Nekat Menagih Utang Rp 3 Miliar sambil Bawa Parang karena Tergiur Komisi Segini

Edward Mickel P (40) tidak bisa berkutik saat ditangkap tim Anti Bandit Satreskrim Polrestabes Surabaya, Senin (11/12/2017).

Pria ini Nekat Menagih Utang Rp 3 Miliar sambil Bawa Parang karena Tergiur Komisi Segini
surya/Fatkhul alami
DEBT COLLECTOR - Edward Mickel P (tengah) diamankan beserta barang buktinya di Satreskrim Polrestabes Surabaya, Selasa (12/12/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Edward Mickel P (40) tidak bisa berkutik saat ditangkap tim Anti Bandit Satreskrim Polrestabes Surabaya, Senin (11/12/2017).

Pria asal Nusa Tenggara Barat (NTB) yang tinggal di Kedurus Surabaya ini diringkus polisi lantaran menagih utang Rp 3 miliar sambil membawa pedang.

Edward menagih utang Rp 3 miliar kepada HR, warga Manyar Kertoharjo, Surabaya ini sambil mengancam dengan pedang. Edward sehari-harinya merupakan debt collector.

“Begitu mendapat order menagih utang, pelaku langsung mendatangi korban dengan membawa sebilah pedang panjang,” sebut Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Lily Djafar, Selasa (12/12/2017).

Tim Anti Bandit Polrestabes Surabaya yang menerima laporan ada orang tidak dikenal menagih utang ke kerumah HR sambil membawa senjata tajam, polisi lalu mendatangi lokasi dan melakukan penangkapan.

“Saat itu pelaku sedang marah-marah, kemudian diamankan. Selanjutnya anggota melakukan penggeledahan di mobil dan menemukan pedang yang ditaruh di bawah jok belakang mobil," jelas Lily.

Di hadapan penyidik, pelaku Edward mengaku saat itu mendapat tugas menagih utang korban  Rp 3 miliar.

Setiap menerima pekerjaan tersebut, Edward mengaku selalu bersama dua temannya. Jika berhasil, pelaku akan menerima jasa 5 persen dari jumlah utang yang ditagih.

“Saya kesal karena sudah lima kali datang dan belum juga dibayar. Janji dalam surat perjanjian korban ini akan membayar sebanyak Rp 7 milar," aku Edward.

Polisi menyita barang bukti berupa pedang panjang dan mobil Innova warna silver L 1975 AV serta 1 STNK.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya,  Edward dijebloskan ke sel tahanan Mapolretabes Surabaya dijerat UU Darurat RI No 12 Tahun 1951 tentang senjata api dan senjata tajam.

Ancaman pasal ini hukuman 10 tahun penjara.

Penulis: Fatkhul Alami
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved