Sambang Australia

Mengenal Chris Barnes, Konjen Australia di Surabaya yang Langsung Kepincut Sepakbola Jatim

Chris Barnes langsung jatuh cinta pada sepakbola Jatim meski baru 3 bulan di Surabaya. Inilah sekilas tentang sosok Konjen Australia itu..

Mengenal Chris Barnes, Konjen Australia di Surabaya yang Langsung Kepincut Sepakbola Jatim
surabaya.tribunnews.com/eben haezer
Chris Barnes, Konsul Jenderal Australia di Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Bagi banyak orang di Surabaya, nama Chris Barnes mungkin belum terlalu populer. Maklum, dia memang orang baru di kota Pahlawan ini.

Namun meski orang baru di Surabaya, Chris adalah sosok penting di kota Pahlawan ini. Dia adalah pejabat Konsul Jenderal (Konjen) Australia yang pertama di Surabaya.

Dia resmi bertugas sebagai kepanjangan tangan untuk urusan-urusan diplomatik Australia di Jawa Timur, sejak kantor Konsulat Jenderal Australia di Surabaya beroperasi pada September 2017 silam.

Meski keberadaannya di Surabaya terbilang baru, namun Chris sudah punya kesan mendalam untuk kota ini. Bahkan, penggemar sepakbola ini sudah meneguhkan diri sebagai Bonek.

"Selama di Surabaya saya sudah beberapa kali menyaksikan pertandingan Persebaya. Saya langsung terkesan ketika pertama kali hadir ke stadion," kata Chris dalam pembicaraan bersama reporter Surya beberapa waktu lalu.

"Bahkan, saya langsung jatuh cinta kepada bonek dan memilih untuk menjadi bagian dari mereka," sambungnya.

Dia menambahkan, kecintaannya terhadap sepakbola bakal mendapat wadah yang semakin luas di Jawa Timur. Apalagi sejumlah tim papan atas di Jawa Timur bakal bertarung di kompetisi kasta tertinggi musim depan.

"Dari Jatim, musim depan akan ada tim-tim besar seperti Persebaya, Arema, dan Madura United yang bertarung di kompetisi Liga 1. Saya kira ini akan menarik. Yang penting, sportivitas, baik di dalam maupun di luar lapangan harus dijaga," imbuhnya.

Bagi Chris, olahraga bukan sekadar permainan di lapangan. Lebih dari itu, baginya olahraga adalah alat yang dapat mempererat hubungan banyak orang, apapun latar belakang dan gendernya.

Karena itu, meski baru beberapa bulan berada di Jawa Timur, Chris sudah mengajak komunitas-komunitas olahraga dari Australia untuk berbagi pengalaman dengan komunitas-komunitas yang sama di Jawa Timur.

Pada November 2017 silam misalnya, dia mendatangkan ilmuwan-ilmuwan olahraga dan atlet dari University of Canberra ke Surabaya untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang olahraga.

"Saya kira, selain untuk membentuk mental fairplay, membentuk badan yang sehat, olahraga juga dapat bermanfaat untuk banyak hal. Termasuk di antaranya adalah mewujudkan kesetaraan gender," pungkasnya.

Penulis: Eben Haezer Panca
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved