Berita Surabaya

Sudah Teruji 100 Tahun, Kenapa Masih Ada yang Menolak Vaksin Difteri?

vaksin ini sudah lama ada sejak tahun 20an, dan banyak menyelamatkan jutaan nyawa manusia.

Sudah Teruji 100 Tahun, Kenapa Masih Ada yang Menolak Vaksin Difteri?
Grafis : didit
Gejala penyakit difteri dan cara pencegahannya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Penyakit difteri beberapa tahun terakhir menjadi perhatian serius pemerintah.

Mengingat sejumlah masyarakat Indonesia mulai terserang penyakit yang menyerang selaput lendir hidung dan tenggorokan ini.

Kasus yang baru-baru ini dikabarkan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia tersebut, semakin memperjelas kondisi masyarakat yang tidak menghiraukan vaksin difteri.

dr Dominicus Husada, Anggota Komisi Ahli Difteri Nasional sekaligus Kepala Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSUD Dr Soetomo menuturkan hal itu bisa dikarenakan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang vaksin difteri.

Vaksin Difteri menurut dr Domi adalah salah satu vaksin yang sudah teruji 100 tahun lamanya.

Dia menjelaskan vaksin ini sudah lama ada sejak tahun 20an, dan banyak menyelamatkan jutaan nyawa manusia.

"Difteri ini termasuk kelompok penyakit yang sudah ada vaksinnya. Tidak banyak penyakit punya vaksin, paling hanya 40 jenis penyakit saja yang sudah ada vaksinnya. Kalau vaksin itu membahayakan seperti yang dibicarakan oleh sekelompok orang, tentu kita sudah menariknya di seluruh dunia sejak lama," jelasnya saat dihubungi SURYA.co.id, Jumat (8/12/2017).

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved