Sambang Australia

Pertukaran Pelajar, Siswa Dari Surabaya Akan Kenalkan Tari Gandrung ke Australia

Para pelajar SMA Muhammadiyah 2 Surabaya bakal tinggal di Australia cukup lama untuk memperkenalkan budaya Indonesia. Salah satunya Tari Gandrung.

Pertukaran Pelajar, Siswa Dari Surabaya Akan Kenalkan Tari Gandrung ke Australia
surabaya.tribunnews.com/habibur rohman
Konsulat Jenderal Australia di Surabaya, Chris Barnes (kiri) saat mengunjungi SMA Muhammadiyah 2 Pucang, Surabaya, Jumat (8/12/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sebanyak 22 siswa dan 3 guru dari SMA Muhammadiyah 2 Surabaya akan tampil membawakan tari Gandrung ke Australia

"Salah satunya memang kami akan bawakan tari tradisional. Salah satu rencana kami adalah menari Gandrung," ucap Kepala SMA Muhammadiyah 2 Surabaya, Astajab, Jumat (9/12/2017) saat menerima kunjungan Konsulat Jenderal Australia di Surabaya, Chris Barnes. 

SMA yang berlokasi di Pucang ini akan melakukan pertukaran pelajar dengan sekolah di Australia. Pertukaran pelajar itu bisa terealisasi karena sejak 2008, Australia dan Surabay telah menjalin program kemitraan sekolah bertajuk Building Relationships Through Intercultural Dialog and Growing Enggagement (BRIDGE) Australia-Indonesia.

Program ini didanai Australia melalui Departmenet Foreign Affairs and Trade (DFAT), Kedutaan Besar Australia di Jakarta dan dikelola oleh Asia Education Foundation (AEF).

Program ini untuk mendukung pengembangan kesadaraan lintas budaya, peningkatan kemampuan pedagogik, pengembangan TIK dalam pembelajaran khususnya, bahasa asing dan pembelajaran kolaboratif.

SMA Muhammadiyah 2 Surabaya akan bertukar pelajar dengan Lorne–Airyes Intlet P-12 college.

Sebelumnya siswa Australia lebih dulu menetap sementara di Surabaya.

"Kami besok akan tinggal di rumah warga di Australia. Tidak saja memperlancar bahasa Inggris tapi juga mengenal budaya mereka langsung," kata Jihan Syani, salah satu siswa yang akan terlibat dalam pertukaran pelajar tersebut. 

Untuk pertukaran pelajar itu, Jihan bersama rekan-rekannya, selain dituntut memiliki kecakapan berbahasa Inggris, juga telah melakoni seleksi. 

Nantinya di Australia, selama 24 Februari 2018 hingga 8 Maret 2018, mereka akan memperkenalkan budaya Surabaya di Australia

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved