Breaking News:

Menikmati Thailand dalam Nuansa Baru

Istana Bang Pa In dan Kuil Buddha Berarsitektur Menyerupai Gereja Simbol Pengaruh Eropa di Thailand

Untuk memasuki area ini pengunjung harus membayar 100 baht. Karena luas area ini yang mencapai 46 acre membuat sejumlah wisatawan memilih...

Penulis: Musahadah | Editor: Musahadah
surya/musahadah
Istana Bang Pa In, Thailand. 

Lantai dasar berisi tahta bergaya Tiongkok, sedangkan lantai atas diisi altar serta tempat mengabadikan lempengan nama Raja Mongkut dan Raja Rama V bersama ratu masing-masing. Istana bergaya Tiongkok ini adalah kediaman favorit Raja Vajivarudh (1910-1925) saat mengunjungi Bang Pa In.

Tepat di depan istana ini, ada menara observatorium yang menjulang tinggi. “Bangunan ini dibangun Raja Rama V tahun 1881 sebagai tower untuk melihat daerah sekitarnya,” terang Suree.

Usai berkeliling di istana Bang Pa-In, pengunjung langsung bisa mengunjungi kuil Buddha, Wat Niwet Thammaprawat yang hanya terletak beberapa meter dari kawasan istana. Kuil yang didirikan pada tahun 1878, ini sangat menakjubkan di antara kuil-kuil Buddha Thailand karena arsitekturnya meniru sebuah gereja Eropa, yang dibangun dengan gaya Gothic Revival.

Untuk memasuki area kuil ini, pengunjung bisa menggunakan kereta gantung atau cable car yang dikendalikan dari menara di tepi sungai. Tidak dikenakan biaya untuk ini, hanya disediakan kotak bagi pengunjung yang mau berdonasi.

Bangunan pertama yang bisa dilihat di area ini adalah kediaman para biksu yang tertutup untuk umum. Setelah itu ada bangunan-bangunan lain lengkap dengan kuil-kuil kecil dan patung Buddha.

Kemegahan terlihat pada bangunan utama kuil yang menjulang tinggi laiknya sebuah gereja. Merunut pada Wikipedia, kuil ini dirancang oleh Joachim Grassi, salah satu arsitek Italia pertama yang dipekerjakan di bawah pemerintahan Raja Rama V.

Kuil buddha menyerupai gereja di Thailand.
Kuil buddha menyerupai gereja di Thailand. (surya/musahadah)

Wat Niwet Thammaprawat dibangun dengan gaya Gothic Revival, dengan jendela kaca patri dan altar Gothic. Tampilannya menyerupai gereja Kristen, dengan patung Buddha di tempat utama menggantikan Salib. Konstruksi bangunan ini selesai pada tahun 1878.

Menurut Suree, kuil ini mencerminkan adanya pengaruh Eropa selama pemerintahan Raja Rama V. “Ini mencerminkan adanya modernisasi di Siam (Thailand),” katanya.

Wat Niwet Thammaprawat juga termasuk satu dari 16 kuil yang menerima persembahan kathina tahunan. Wat Niwet termasuk monumen bersejarah yang terdaftar, dan menerima Architectural Conservation Award (ASA) pada tahun 1989. (musahadah)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved