Senin, 13 April 2026

Berita Tulungagung

Berkostum Unik, Para Pengidap HIV/AIDS Berbaur Dengan Pasien Lain di RS. Begini Reaksi Pasien

Para pengidap HIV/Aids di Tulungagung sengaja berkostum unik dan berbaur dengan pasien di RSUD dr Iskak. Ini tujuannya...

Penulis: David Yohanes | Editor: Eben Haezer Panca
surabaya.tribunnews.com/david yohanes
Dengan berdandan dan berkostum unik, para pengidap HIV/Aids di Tulungagung berbaur dengan pasien lain di RSUD dr Iskak, Rabu (6/12/2017). 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Sejumlah orang dengan kostum unik berbaur dengan pengunjung RSUD dr Iskak, Rabu (6/12/2017).

Ada yang mengenakan kostum ratu, cinderella, Geisha hingga Gatotkaca.

Mereka adalah para penderita HIV yang terlibat dalam peringatan Hari Aids Internasional.

Para pengidap HIV positif ini sengaja dilibatkan untuk memberikan edukasi kepada para pengunjung.

Mereka berbaur, bahkan melakukan kunjungan ke ruang perawatan.

Mereka juga membagikan kue cokelat serta selebaran tentang HIV/AIDS.

Menurut Direktur RSUD dr Iskak, dr Supriyanto, penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menghindari HIV/Aids.

“Ini penyakit yang mematikan, namun bisa dihindari,” ujar Supriyanto.

Pelibatan pengidap HIV ini ternyata efektif memberikan pendidikan kepada pengunjung. Seorang pengunjung mengaku takut bertemu dengan pengidap HIV.

Namun pengunjung itu diminta untuk bersalaman langsung dengan pengidap HIV, untuk membuktikan bahwa bersentuhan fisik tidak menularkan virus itu.

Selain itu sejumlah pengunjung langsung melakukan VCT di Klinik Seruni RSUD dr Iskak. Jika tes VCT harus daftar lewat loket, kali ini bisa langsung ke klinik. Lanjut Supriyanto, VCT adalah cara untuk menemukan pengidap HIV sejak dini.

“Target kita tiga zero (nol, red). Zero penularan, zero infeksi baru dan zero kematian. Kita rawat para pengidap HIV, agar mereka tidak meningga karena AIDS,” tegas Supriyanto.

Klinik Seruni RSUD dr Iskak berdiri sejak peratama kali Indonesia memperingati hari AIDS Internasional, tahun 2006. Saat itu hanya ada empat klinik yang merawat pengidap HIV di Jawa Timur, yaitu Tulungagung, Surabaya, Malang dan Banyuwangi.

Hingga saat ini sudah ada 1800 pengidap HIV yang dirawat di klinik ini. Sekitar 450 orang di antaranya hidup sehar dengan mengonsumsi obat ARV. Bahkan Supriyanto menyebut, 50 persen dari pasien masih hidup hingga kini.

Klinik seruni juga menangani 32 ibu hamil positif HIV. Namun semua bayi yang dilahirkan negatif HIV. Semua berkat ketekunan sang ibu mengonsumsi ARV.

“Total 90 persen dari kasus HIV, ditularkan lewat hubungan seksual. Jika kita bisa menanggulangi (seks bebas), maka HIV mudah dikendalikan,” pungkas Supriyanto. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved