Berita Surabaya

Duta Besar RI untuk Denmark Isi Kuliah Umum di ITS, Begini Pesannya untuk Pemerintah . . .

Potensi kerjasama yang bisa dibangun Indonesia dan Denmark adalah energi terbarukan, karena Denmark unggul dalam hal tersebut.

Duta Besar RI untuk Denmark Isi Kuliah Umum di ITS, Begini Pesannya untuk Pemerintah . . .
surya/pipit maulidya
Muhammad Ibnu Said, Duta Besar RI untuk Kerajaan Denmark dan Lithuania 

SURYA.co.id | SURABAYA - Muhammad Ibnu Said, Duta Besar RI untuk Kerajaan Denmark dan Lithuania mengisi kuliah umum di ITS, terkait Tantangan dan Peluang Penerapan Energi Terbarukan - Studi Kasus Denmark di Indonesia.

Acara berlangsung di Ruang Sidang Rektorat ITS, Senin (4/12/2017) dengan peserta puluhan mahasiswa ITS.

M. Ibnu Said menerangkan, saat ini pihaknya melihat potensi kerjasama yang bisa dibangun Indonesia dan Denmark adalah energi terbarukan, karena Denmark unggul dalam hal tersebut.

Saat ini lanjut M. Ibnu Said Indonesia masih menggunakan energi terbarukan sebesar 9 persen, sementara targetnya adalah 23 persen hinggal 2025 nanti.

"Denmark sekarang ini sudah menggunakan energi terbarukan lebih besar dari Indonesia, sebesar 42 persen. Padahal secara potensi Indonesia ini lebih unggul dari pada Denmark, baik dari segi jumlah penduduk atau dari segi wilayah, jadi sayang jika potensi ini tidak dimanfaatkan secara baik," tuturnya.

M. Ibnu Said menuturkan jika kendala energi terbarukan di Indonesia terdapat pada kebijakan yang bersifat teknis.

"Kebijakan itu sudah berjalan, hanya terkendala soal teknis seperti di mana lokasinya, berapa harganya, berapa size perusahaan, itu saja," tegasnya.

Said menuturkan jika selain energi terbarukan seperti angin, masih ada matahari, biomassa, dan masih banyak potensi lainnya.

Hal ini tentu akan semakin mudah terwujud karena di bidang pendidikan, sudah banyak Universitas yang memiliki bidang kajian energi terbarukan.

Salah satunya ITS, yaitu solar energi dan angin, sementara bidang biomassa, ada di ITB dan beberapa universitas lainnya.

"Sekarang bagaimana mengubah potensi itu bisa manfaat, dan manfaat menjadi kesejahteraan untuk rakyat. Tinggal komitmen politik bagi pemangku kepentingan untuk melaksanakan yang sudah diterangkan bapak presiden," tutupnya.

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved