Berita Lamongan

Bunga Kupu-kupu Terbesar di Indonesia ada di Lamongan

Sebuah pohon bunga Kupu-kupu yang tumbuh di sebuah hutan di Lamongan menjadi perhatian banyak orang karena bentuknya yang unik.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Eben Haezer Panca
surabaya.tribunnews.com/aflahul abidin
Pohon Bunga Kupu-kupu yang tumbuh di dalam hutan Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan. 

Reportase Aflahul Abidin

SEBUAH pohon Bunga Kupu-kupu unik itu membuat saya penasaran. Di antara barisan Mahoni yang kurus tinggi, pohon tersebut tampak seperti akar yang menjalar ke atas, bergumul menjadi satu membentuk batang berdiameter sekitar 75 centimeter. Sementara batang-batang kecilnya menjalar belasan meter ke pohon-pohon lain mirip jaring. Tampak seperti akar yang tumbuh di atas batang.

Pohon itu berada di Dusun Wide, Desa Sendangharjo, Kecamatan Brondong, Lamongan. Ia berdiri di hutan berbukit seluas 6,2 hektare (ha) milik PT Perhutani.

Warga dusun sekitar menyebutnya Trinil. Di hutan yang sama, ada puluhan Bunga Kupu-kupu tumbuh. Tapi hanya satu yang berbentuk unik. Perhutani menjadikan hutan tersebut sebagai titik area wisata swafoto tiga bulan terakhir.

Pengunjung menikmati keunikan pohon bunga kupu-kupu unik yang tumbuh di Lamongan.
Pengunjung menikmati keunikan pohon bunga kupu-kupu unik yang tumbuh di Lamongan. (surabaya.tribunnews.com/aflahul abidin)

Nama ilmiah pohon itu Bauhinia lingua. Famili Caesalpiniaceae. Usianya di bawah 30 tahun.

Akhir tahun 80-an, Perhutani membabat habis pohon-pohon di sana. Rencananya lahan akan ditawarkan kepada warga untuk berkebun atau bercocok tanam. Namun saat itu tak ada warga yang berminat.

Alhasil, badan usaha milik negara untuk urusan hutan itu menanam kembali pohon-pohon Mahoni pada 1987. Diprakirakan, Trinil tersebut tumbuh dari biji-biji yang terlepas dari pembabatan ketika itu.

Ketika musim libur, ratusan orang datang ke sana untuk melihat uniknya Trinil. Pohon ini jadi menarik karena disebut mirip Whomping Willow -- pohon yang berdiri di halaman sekolah film Harry Potter.

Dilihat sekilas, Trinil memang mempunyai kemiripan dengan pohon di film itu, terutama pada sisi batang. Namun bagian atas pohon berbeda jauh.

“Kalau hari libur, sehari bisa sampai 1.400-an orang yang datang. Kalau hari biasa, paling 400 orang,” kata Ali Rohman (19).

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved