Sabtu, 11 April 2026

Berita Sidoarjo

Menpora Imam Nahrawi Beri Cara Redam Hoax di Medsos Buat Para Pemuda

Imam Nahrawi: Generasi milenial harus panjang akal. Jangan pendek pikiran, harus tabayun ketika mendapat informasi dari medsos

Penulis: Irwan Syairwan | Editor: Cak Sur
SURYA Online/Irwan Syairwan
Suasana Talkshow 101 Wajah Medsos: Tantangan Milenials, di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Media Sosial (medsos) menjadi target para pembuat hoax untuk membuat keresahan, kebencian dan perpecahan, bagi pengguna. Itu yang sedang dialami tak hanya Indonesia tapi juga negara lain.

Untuk meredam tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, meminta para pemuda untuk menyaring semua informasi di medsos sebelum menyebar kembali, berkomentar, atau menyukai, informasi tersebut.

"Generasi milenial harus panjang akal. Jangan pendek pikiran, harus tabayun ketika mendapat informasi dari medsos," kata Imam saat menjadi pembicara pada Talkshow 101 Wajah Medsos: Tantangan Milenials, di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Sabtu (2/12/2017).

Imam menuturkan, pihaknya mendatangkan pemain Arema FC (Dendi Santoso), Persebaya Surabaya (Rendi Irwan Saputra), Persib Bandung (Atep), dan Persija Jakarta (Gunawan Dwi Cahyono), untuk menceritakan pengalamannya menyikapi informasi hoax.

"Sengaja mengundang tim yang memiliki sejarah rivalitas, untuk menunjukan ke para pemuda bahwa rivalitas memerlukan rasa sportivitas. Rivalitas hanya di lapangan bola, di luar itu tetap sesama saudara," jelasnya.

Sementara itu, gelandang serang Arema FC, Dendi Santoso, mengaku pernah diisukan hoax di medsos. Ketika itu, Dendi dikabarkan meninggal dunia karena kecelakaan, padahal Dendi sedang latihan gym.

"Info itu menyebar cepat dan liar. Langsung saya klarifikasi secata probadi di medsos," ujar Dendi.

Kapten Persebaya Surabaya, Rendi Irwan Saputra, menambahkan kerap menerima ujaran caci maki ketika kalah bertanding. Meski demikian, Rendi yang memasang badan membela kawan-kawannya, seraya meminta maaf kepada para suporter.

"Memang ada kebijakan membatasi penggunaan medsos terlebih ketika tim sedang kalah. Namun buat saya, kalau kalah itu berarti kesalahan saya bukan tim dan saya minta maaf kepada Bonek Mania. Untuk tim sendiri,kami anggap itu pelecut semangat untuk bangkit dan kembali meraih kemenangan," tandas Rendi.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved